Byasana Sutta

Sutta Tentang Bencana

Dalam teks asli bahasa pali, kata Byasana diartikan sebagai Bencana, Kerugian, atau Kemerosotan. Berikut adalah Lima Jenis Bencana (Pañca Byasanāni):
1. Ñāti-byasana : Bencana yang disebabkan oleh kehilangan sanak saudara.
2. Bhoga-byasana: Bencana atau kerugian dalam hal kekayaan dan harta benda.
3. Roga-byasana : Bencana yang disebabkan oleh penyakit.
4. Sīla-byasana: Bencana sehubungan dengan perilaku bermoral atau pelanggaran sila.
5. Diṭṭhi-byasana : Bencana sehubungan pandangan salah atau kemerosotan kebijaksanaan.

Tiga bencana di atas (ñāti, bhoga, roga) dikategorikan sebagai bencana duniawi. Sutta menegaskan bahwa meskipun menyakitkan saat hidup, tiga bencana ini tidak akan menyeret seseorang ke alam rendah.
Dua bencana terakhir (sīladiṭṭhi) disebut sebagai bencana yang sesungguhnya karena dampak buruknya melampaui kehidupan saat ini, yaitu menjadi penyebab utama runtuhnya kesadaran dan membuat makhluk-makhluk terlahir kembali di alam sengsara.


Byasana Sutta (AN 5.130)

“Para bhikkhu, ada lima bencana ini. Apakah lima ini? Bencana yang disebabkan oleh [kehilangan] sanak saudara, bencana yang disebabkan oleh [kehilangan] kekayaan, bencana yang disebabkan oleh penyakit, bencana sehubungan dengan perilaku bermoral, dan bencana sehubungan dengan pandangan. Bukanlah karena bencana yang disebabkan oleh [kehilangan] sanak saudara, atau bencana yang disebabkan oleh [kehilangan] kekayaan, atau bencana yang disebabkan oleh penyakit maka dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, makhluk-makhluk terlahir kembali di alam sengsara, di alam tujuan yang buruk, di alam rendah, di neraka. Adalah karena bencana sehubungan dengan perilaku bermoral dan bencana sehubungan dengan pandangan, maka dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, makhluk-makhluk terlahir kembali di alam sengsara, di alam tujuan yang buruk, di alam rendah, di neraka. Ini adalah kelima bencana itu.

“Para bhikkhu, ada lima keberhasilan ini. Apakah lima ini? Keberhasilan dalam hal sanak saudara, keberhasilan dalam hal kekayaan, keberhasilan dalam hal kesehatan, keberhasilan dalam hal perilaku bermoral, dan keberhasilan dalam hal pandangan. Bukanlah karena keberhasilan dalam hal sanak saudara, keberhasilan dalam hal kekayaan, keberhasilan dalam hal kesehatan maka dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, makhluk-makhluk terlahir kembali di alam tujuan yang baik, di alam surga. Adalah karena keberhasilan dalam hal perilaku bermoral dan keberhasilan dalam hal pandangan maka dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, makhluk-makhluk terlahir kembali di alam tujuan yang baik, di alam surga. Ini adalah kelima keberhasilan itu.”

Sumber: suttacentral