Sotapanna Memiliki Ciri Mudah Melepas, Tidak Terikat Harta Kepemilikan Seperti Puthujjana


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

SEORANG SOTĀPANNA ITU MEMILIKI CIRI MUDAH MELEPAS, TIDAK LAGI TERIKAT PADA HARTA BENDA KEPEMILIKAN SELAYAKNYA SEPERTI SEORANG PUTHUJJANA
Masih dalam topik seputar Sang Pemasuk-Arus (Sotāpanna), dan ini adalah pengetahuan untuk kita para Kalyāṇamitta yang masih belum yakin mengenai bagaimana sifat sebenarnya dari seseorang yang telah mencapai tingkatan kesucian pertama yang mulia ini. Karena "kabar-burung" rentan terjadi dan lebih cepat dipercaya terkait pada seorang Sotāpanna ini, kesimpang-siuran yang beredar ini kemudian semakin menambah daftar pemahaman salah terkait status seorang Sotāpanna ini yang akan berujung menjadi Pandangan Salah bila terus-menerus diyakini sebagai sebuah kebenaran. Oleh karena itu pentingnya untuk hanya berpanduan kepada sumber yang valid, yang telah di"materaikan" oleh Sang Buddha sendiri, yaitu Kitab Suci kita. Karena disini, Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama kembali menegaskan di dalam kitab suci Tipiṭaka pāḷi ini, terkait pada ciri sesorang yang telah mencapai tingkatan Sotāpanna, seperti dapat disimak dalam Sutta dibawah berikut ini.

THAPATISUTTA
"Siswa mulia, pengurus rumah tangga istana, yang memiliki empat hal adalah Pemasuk-Arus, tidak mungkin lagi terlahir di alam rendah, pasti dalam takdirnya, dengan pencerahan sebagai tujuannya.

“Apakah empat ini? Di sini, pengurus rumah tangga istana, seorang siswa mulia memiliki keyakinan kuat pada Sang Buddha sebagai berikut:  ‘Sang Bhagavā adalah seorang Arahant, tercerahkan sempurna, sempurna dalam pengetahuan sejati dan perilaku, sempurna menempuh Sang Jalan, pengenal dunia, pemimpin yang tiada taranya bagi orang-orang yang harus dijinakkan, guru para deva dan manusia, Yang Tercerahkan, Yang Suci.’

“Ia memiliki keyakinan kuat pada Dhamma sebagai berikut: ‘Dhamma telah dibabarkan dengan baik oleh Sang Bhagavā, terlihat langsung, segera, mengundang untuk datang dan melihat, dapat diterapkan, untuk dialami secara pribadi oleh para bijaksana.’

“Ia memiliki keyakinan kuat pada Saṅgha sebagai berikut: ‘Saṅgha para siswa Sang Bhagavā mempraktikkan jalan yang baik, mempraktikkan jalan yang lurus, mempraktikkan jalan sejati, mempraktikkan jalan yang selayaknya; yaitu, empat pasang orang, delapan jenis individu— Saṅgha para siswa Sang Bhagavā ini layak menerima pemberian, layak menerima keramahan, layak menerima persembahan, layak menerima penghormatan, lahan jasa yang tiada taranya di dunia.’

"Ia berdiam di rumah dengan PIKIRAN YANG HAMPA DARI NODA KEKIKIRAN, DERMAWAN, BERTANGAN TERBUKA, GEMBIRA DALAM MELEPASKAN, SEORANG YANG TEKUN DALAM KEDERMAWANAN, GEMBIRA DALAM MEMBERI DAN BERBAGI.'

"Seorang siswa mulia yang memiliki keempat hal ini adalah seorang Pemasuk-Arus (Sotāpanna), tidak mungkin lagi terlahir di alam rendah, pasti dalam takdirnya, dengan pencerahan sebagai tujuannya."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Mahāvaggasaṁyutta, Sotāpattisaṁyutta, Veḷudvāravagga, SN 55.6)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang adalah kebenaran universal sejati ini. Artinya adalah sudah divalidasi sendiri oleh Sang Bhagavā sebuah standard yang mencirikan seseorang adalah Pemasuk-Arus (Sotāpanna). Inilah kemudian menjadi sebuah pengetahuan berharga bagi kita semua, sebuah Fakta kebenaran yang tidak mungkin salah lagi dan pasti bahwa Seorang Sotāpanna memiliki ciri seperti yang disebutkan dalam Sutta diatas. Yaitu kita mengetahui bahwa seorang Sotāpanna itu memiliki ciri mudah melepas, tidak terikat harta benda kepemilikan selayaknya seorang PUTHUJJANA, dan inilah STANDARD MUTLAK nya yang telah divalidasi, dalam artian bahwa semua pencapai kesucian tingkatan pertama ini biasanya "Suka memberi", ber dāna tanpa pamrih, tidak perhitungan, Otomatis melakukan Dāna tanpa pemikiran keraguan apapun dalam bathin. Namun disini, kembali perlu ditegaskan bahwa bila ada terdapat seseorang yang suka ber dāna, dianggap mudah melepas, suka menolong dengan memberi, itu pun belum tentu seseorang tersebut adalah Sotapanna, namun seorang Sotāpanna sudah pasti memiliki ciri seperti yang disebutkan diatas. Tentu saja akan berbeda kualitas bathin nya ketika seseorang PUTHUJJANA dengan seorang Sotāpanna dalam hal memberikan dāna. mungkin seorang PUTHUJJANA ketika memberikan Dāna masih ada motif-motif tertentu atau kecenderungan halus tertentu dalam bathin nya, namun Sotāpanna sebagai makhluk suci tentu memiliki bathin yang lebih tenang, damai, dan mungkin hanya memiliki motif ingin meringankan penderitaan makhluk hidup. sesungguhnya sangatlah mulia sifat dari seseorang yang telah mencapai tingkatan kesucian pertama ini, apalagi tingkatan kesucian diatas nya lagi...

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

2 Januari 2026
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka