Hanya Seorang Sammasambuddha Yang Dapat Mengkonfirmasi Pencapaian Kesucian Seseorang


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

MAU BAGAIMANAPUN CERITANYA, HANYA SEORANG SAMMĀSAṂBUDDHA YANG DAPAT MENGKONFIRMASI PENCAPAIAN KESUCIAN SESEORANG
Terdapat berbagai hal nyentrik dan aneh dari manusia zaman sekarang, yang semakin menunjukkan penyimpangan ajaran dari Buddha Sāsana yang cukup signifikan, dan oleh karena itu akan kembali dibahas pada topik kali ini lagi yang menyambung pada konteks postingan hari-hari sebelumnya. Sebagaimana telah kita ketahui terkait pada pencapaian kesucian Pemasuk-Arus (Sotāpanna), banyak berita simpang siur terkait ini, dan salah satu yang paling nyentrik dan aneh adalah, adanya klaim dari manusia era sekarang yang mau dia seorang Bhikkhu ataupun umat awam yang "katanya" bisa mengkonfirmasi kesucian seseorang. Hal ini lebih banyak terjadi di kalangan umat awam yang asal nge'klaim' bahwa si Bhikkhu A, atau Bhikkhu B, ini sudah capai tingkatan kesucian ini dan itu, begitu luar biasa sekali umat awam zaman sekarang, yang "kemampuannya" hampir menandingi seorang Sammāsaṃbuddha. apapun itu klaim nya yang pasti itu tidak berdasar dan berpotensi Omong Kosong belaka. Karena hanya seorang Sammāsaṃbuddha lah yang mampu dengan tepat mengkonfirmasi kesucian seseorang.
Mari disimak dalam Sutta dibawah berikut ini...

DHAMMADINNASUTTA
.... “Yang Mulia, tidaklah mudah bagi kami—dengan berdiam di rumah yang penuh dengan anak-anak, menikmati kayu cendana Kāsi, mengenakan kalung bunga, wangi-wangian, dan salep, menerima emas dan perak—dari waktu ke waktu kami harus masuk dan berdiam di dalam khotbah-khotbah yang dibabarkan oleh Sang Tathāgata yang dalam, bermakna mendalam, bersifat adi-duniawi, berhubungan dengan kekosongan. Karena kami kokoh dalam lima aturan latihan, sudilah Bhagavā mengajarkan Dhamma kepada kami lebih jauh lagi.”

“Oleh karena itu, Dhammadinna, engkau harus berlatih sebagai berikut: ‘Kami akan memiliki keyakinan kuat pada Sang Buddha, Kami akan memiliki keyakinan kuat pada Dhamma, Kami akan memiliki keyakinan kuat pada Saṅgha, kami akan memiliki moralitas yang disenangi para mulia, tidak rusak, tidak robek, tanpa cacat, tanpa bercak, membebaskan, dipuji oleh para bijaksana, tidak digenggam, mengarah menuju konsentrasi.’ Dengan cara demikianlah kalian harus berlatih.”

“Yang Mulia, sehubungan dengan empat faktor Memasuki-Arus yang diajarkan oleh Bhagavā ini, hal-hal ini telah ada dalam diri kami, dan kami hidup selaras dengan hal-hal itu. Karena, Yang Mulia, kami memiliki keyakinan kuat pada Sang Buddha, Dhamma, dan Saṅgha. Kami memiliki moralitas yang disenangi para mulia, tidak rusak, tidak robek, tanpa cacat, tanpa bercak, membebaskan, dipuji oleh para bijaksana, tidak digenggam, mengarah menuju konsentrasi.”

“Suatu keuntungan bagimu, Dhammadinna! Sungguh suatu keuntungan bagimu, Dhammadinna! Engkau baru saja menyatakan buah Memasuki-Arus.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Mahāvaggasaṁyutta, Sotāpattisaṁyutta, Sappaññavagga, SN 55.53)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang bermakna kebenaran untuk kita ketahui ini. Sekilas Latar belakang cerita dalam Sutta diatas ini adalah seorang Umat Awam bernama Dhammadinna yang sedang berkomunikasi dengan Sang Bhagavā, Dhammadinna menyatakan kesusahan nya sebagai umat awam untuk berpraktik Dhamma lalu meminta Sang Bhagavā untuk memberikan tambahan cara lain dalam berpraktik Dhamma lagi, lalu kemudian Sang Buddha memberikan wejangan kepada umat awam Dhammadinna untuk apa yang seharusnya dilatih (seperti yang tertera di Sutta diatas). Dan bisa dilihat sendiri, ada 2 hal luar biasa yang terjadi dalam Sutta diatas ini, bahwa Sang Bhagavā sendiri memberikan wejangan untuk berpraktik Dhamma dalam hal mencapai Pemasuk-Arus (Sotāpanna) itu ternyata tidaklah muluk-muluk atau istilah nya : "susah nya minta ampun" atau mustahil, tetapi hanya dengan 4 Faktor itu saja! Dan umat awam Dhammadinna menyatakan telah melakukan atau memiliki ke 4 faktor itu lalu kemudian, oleh karena itu, beliau di konfirmasi pencapaian kesuciannya langsung oleh Sang Bhagavā sebagai seorang Pemasuk-Arus (Sotāpanna).
Sekarang, Sutta ini secara tidak langsung kemudian mendobrak pandangan modern masa kini yang menambah-nambahkan "bumbu" terkait syarat pencaian kesucian Sotāpanna ini diluar dari yang telah diSabdakan oleh Sang Bhagavā, meskipun tak dipungkiri bahwa faktor Pāramī juga turut andil dalam hal ini atau kasus tertentu, namun SIAPALAH MANUSIA/BHIKKHU SEKARANG BILA DIBANDINGKAN DENGAN SEORANG SAMMĀSAṂBUDDHA YANG MAHA MENGETAHUI ???!! YANG DIMANA PERKATAAN MANUSIA/BHIKKHU ITU DITELAN MENTAH-MENTAH TANPA MEMPERTIMBANGKAN KEOTENTIKAN SUMBER AWAL YAITU SABDA SANG BUDDHA SENDIRI. dan kini, telah dihadirkan kembali disini sebuah fakta kebenaran yang sejati ini untuk kita para Kalyāṇamitta ketahui. dan lalu juga terkait pada klaim kesucian ini, seperti Di Sutta diatas, notabene nya hanya seorang Sammāsaṃbuddha yang dapat menentukan dengan tingkat keakuratan 100% terkait pencapaian kesucian seseorang yang artinya tidak pernah salah. Jadi jangan lagi mempercayai pandangan yang katanya : "tingkat kesucian diatas nya dapat mengkonfirmasi tingkat kesucian dibawahnya.." atau dengan omongan tanpa mendasar (menebak-nebak) atas beberapa pertimbangan dan keyakinan membuta lalu serta-merta menyatakan Bhikkhu A sudah Sotāpanna atau bahkan Ārahaṃta, ??! berhati-hatilah janganlah beragama selayaknya seseorang yang memiliki Standard yang Low seperti pemeluk ajaran micchādiṭṭhi di sekitar kita yang haus pengakuan dengan klaim-klaim kosong sejenisnya. Jikalau seorang yang mengaku memeluk ajaran Buddha Sāsana tapi masih haus akan klaim-klaim aneh demi mendongkrak iman mereka, maka sungguh kasihan sekali manusia model begitu, alias MEMALUKAN! BAGI BUDDHA SĀSANA.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

3 Januari 2026
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka