තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
SANG BHAGAVĀ MENEGASKAN BAHWA SESEORANG YANG MEMILIKI KE 4 HAL INI ADALAH SEORANG PEMASUK-ARUS (SOTĀPANNA)
Inilah pengetahuan terkait pada topik mengenai Sang Pemasuk-Arus (Sotāpanna) yang sudah dibahas 3 hari berturut-turut di sini. Pengetahuan ini layak untuk diketahui dan dipahami serta diharapkan dapat diterima oleh kita semua para Kalyāṇamitta, sebab karena inilah Pengetahuan Dhamma Sejati yang langsung dibabarkan oleh Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama dan termaktum di dalam kitab suci Tipiṭaka pāḷi. dengan tujuan bahwa tidak adanya kesimpang-siuran dan bahkan penyelewengan semena-mena terkait term "Sotāpanna" ini di kalangan Kalyāṇamitta yang terkadang sangat meremehkan pencapaian Ariya Puggala ini dengan klaim-klaim tanpa dasar, lalu ada juga yang sangat meninggikan posisi seorang Sotāpanna yang seakan-akan maha suci dan sulit dicapai, maka inilah tujuannya untuk meluruskan pandangan kita semua. Sekarang, Sang Bhagavā ternyata sudah pernah memberikan pengetahuan kepada kita semua mengenai kriteria seseorang yang sudah mencapai pencapaian Pemasuk-Arus (Sotāpanna) ini, mari disimak dalam Sutta dibawah ini...
BRAHMACARIYOGADHASUTTA
“Para bhikkhu, seorang siswa mulia yang memiliki empat hal adalah seorang Pemasuk-Arus, tidak mungkin lagi terlahir di alam rendah, pasti dalam takdirnya, dengan pencerahan sebagai tujuannya.
“Apakah empat ini ? Di sini, para bhikkhu, siswa mulia memiliki keyakinan kuat pada Sang Buddha sebagai berikut: ‘Sang Bhagavā adalah seorang Arahant, tercerahkan sempurna, sempurna dalam pengetahuan sejati dan perilaku, sempurna menempuh Sang Jalan, pengenal dunia, pemimpin yang tiada taranya bagi orang-orang yang harus dijinakkan, guru para deva dan manusia, Yang Tercerahkan, Yang Suci.’
“Ia memiliki keyakinan kuat pada Dhamma sebagai berikut: ‘Dhamma telah dibabarkan dengan baik oleh Sang Bhagavā, terlihat langsung, segera, mengundang untuk datang dan melihat, dapat diterapkan, untuk dialami secara pribadi oleh para bijaksana.’
“Ia memiliki keyakinan kuat pada Saṅgha sebagai berikut: ‘Saṅgha para siswa Sang Bhagavā mempraktikkan jalan yang baik, mempraktikkan jalan yang lurus, mempraktikkan jalan sejati, mempraktikkan jalan yang selayaknya; yaitu, empat pasang orang, delapan jenis individu—Saṅgha para siswa Sang Bhagavā ini layak menerima pemberian, layak menerima keramahan, layak menerima persembahan, layak menerima penghormatan, lahan jasa yang tiada taranya di dunia.’
“Ia memiliki moralitas yang disenangi para mulia—tidak rusak, tidak robek, tanpa cacat, tanpa bercak, membebaskan, dipuji oleh para bijaksana, tidak digenggam, mengarah menuju konsentrasi."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Mahāvaggasaṁyutta, Sotāpattisaṁyutta, Veḷudvāravagga, SN 55.2)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang bermakna kebenaran yang tak terbantahkan ini. Bahwa dengan tegas, dan divalidasi langsung oleh seorang Maha Suci Sammāsaṃbuddha bahwa seseorang yang memiliki ciri kualitas 4 hal ini dipastikan adalah seorang Ariya Puggala (Sotāpanna). Jadi sekarang sudah jelas, sesuai dengan Sutta diatas ini, bahwa pemahaman terhadap Tiratana (Buddha, Dhamma, Saṅgha) yang dimaksud disini ini tentu bukan sekedar dengan hapalan secara intelektual saja, tetapi betul-betul menembus dengan benar dan memahami dengan benar terkait Tiratana ini (yang dimana sulit diungkapkan dengan kata-kata seorang PUTHUJJANA) dan oleh karena itu maka seseorang Sotāpanna itu dipastikan memiliki Saddha yang kokoh tak tergoyahkan terhadap Tiratana. ingat kembali postingan sebelumnya, mengenai Sabda Sang Bhagavā yang menyatakan bahwa Seorang Sotāpanna tidak akan melakukan 6 kejahatan berat yang dimana salah satunya adalah Meninggalkan Ajaran Buddha Sāsana, maka dengan Saddha yang kokoh dan solid terhadap Tiratana ini sehingga mana mungkin lagi seorang Sotāpanna dapat "berpindah haluan" ??!
Dan juga Sutta ini menegaskan bahwa seorang Sotāpanna memiliki Standard Moralitas yang Sempurna! Tidak akan mungkin melanggar Pañcasīla (bagi umat awam) atau tidak akan melanggar Sīla Pāṭimokkha bagi seorang Bhikkhu. Inilah standard yang benar menunjukkan seorang adalah Sotāpanna.
Dan dengan hadirnya topik kali ini, maka ditegaskan kembali bahwa pencapaian Ariya Puggala ini murni HANYA DAPAT DICAPAI OLEH ORANG (INDIVIDU) YANG MEMILIKI KEYAKINAN TERHADAP TIRATANA, dengan kata lain individu yang masih menggeluti pandangan salah (Micchādiṭṭhi) atau ajaran kepercayaan apapun diluar dari Dhamma Sejati Buddha Sāsana TIDAK AKAN MUNGKIN DAPAT MENCAPAI TINGKATAN KEMULIAAN INI SAMA SEKALI.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
1 Januari 2026
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
