Apa Faedah Dari Mengikuti Ajaran Kekinian Yang Ternyata Menyimpang Dari Ajaran Sang Buddha


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

APA FAEDAH DARI MENGIKUTI AJARAN KEKINIAN (MODERN) YANG TERNYATA MENYIMPANG DARI AJARAN SANG BUDDHA SEJAK AWAL?!?
Pandangan Benar itu dimulai dari sebuah keyakinan (Saddhā) pada suatu pandangan yang tidak menyimpang, tidak belok, adalah kebenaran sejati dan sejak awal sesuai (konsisten) pada basis awal Pandangan itu sendiri, yaitu Ajaran Buddha Sāsana.
Dan dalam konteks hal ini, yang menjadi Basis Awal dalam Ajaran Buddha Sāsana tersebut adalah Kitab Suci Tipiṭaka pāḷi, yang merupakan sumber paling otentik yang telah dilestarikan sepanjang zaman dari masa Sang Buddha masih hidup. Kita sebagai Kalyāṇamitta yang mengaku berjalan menapaki Jalan Luhur dari Sang Buddha yang disebut Buddha Sāsana adalah seharusnya bertindak dengan mendengarkan dan HANYA mengikuti arahan dari Sang Buddha Gotama kepada kita. Dan BUKAN MALAH MENGIKUTI ARAHAN BHIKKHU-BHIKKHU, UMAT ATAU SIAPAPUN ITU yang cenderung belum sesuai dan benar sesuai Sabda Sang Buddha sendiri dalam kanon Sutta Awal, dalam artian, mendirikan ajaran sendiri-sendiri dari Bhikkhu-Bhikkhu tertentu dan metode-metode sendiri, yang belum tervalidasi atau "dimaterai" oleh seorang Sammāsaṃbuddha (karena sekarang di bumi ini tidak ada Sammāsaṃbuddha lagi), maka ajaran-ajaran individual seperti itu cenderung menyimpang dari jalur awal yang sudah ditetapkan Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama. sungguh tidak sesuai dengan visi dan misi yang sejak awal Sang Buddha tekankan, mari disimak dalam Sutta dibawah berikut ini...

DUTIYASARAṆĀNISAKKASUTTA
“Misalkan, Mahānāma, terdapat lahan yang buruk, sepetak tanah yang gersang, dengan tunggul-tunggul yang tidak dibersihkan, dan benih yang ditanam di sana pecah, busuk, rusak oleh angin dan cahaya matahari, tidak subur, tidak ditanam dengan baik, dan langit tidak mencurahkan hujan yang cukup. Akankah benih ini tubuh, berkembang, dan membesar?”

“Tidak, Yang Mulia.”

“Demikian pula, Mahānāma, di sini Dhamma dibabarkan dengan buruk, dinyatakan dengan buruk, tidak membebaskan, tidak mendukung kedamaian, DINYATAKAN OLEH SEORANG YANG TIDAK TERCERAHKAN SEMPURNA. Ini, Aku katakan, adalah bagaikan lahan yang buruk. Dan siswa yang berdiam dalam Dhamma itu mempraktikkan sesuai dengannya, mempraktikkan dengan benar, menjalankan sesuai dengannya. Ini, Aku katakan, adalah bagaikan benih yang buruk."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Mahāvaggasaṁyutta, Sotāpattisaṁyutta, Saraṇānivagga, SN 55.25)

Sādhu...Sādhu...
Demkianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama, yang patut kita jadikan atensi bagi kita para Kalyāṇamitta, bahwa di luar sana, di masa modern ini tak dapat dipungkiri terdapat ajaran-ajaran yang memang nampak "Buddhis" namun sebenarnya sudah menyimpang dari jalan yang ditetapkan Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama. Seperti yang diceritakan di Sutta diatas, Dhamma yang buruk, yang tidak membebaskan, dan yang paling nyata adalah Dhamma tersebut DINYATAKAN OLEH SEORANG YANG TIDAK TERCERAHKAN SEMPURNA, Siapalah para Bhikkhu-Bhikkhu ini jika dibandingkan dengan seorang SAMMĀSAṂBUDDHA ??! Menyebarkan ajaran sendiri-sendiri yang lain dari ajaran awal Sang Buddha. Bahkan para ārahaṃta suci dari zaman Buddha Gotama tidak berani menciptakan ajaran-ajaran individual sendiri, tetapi mereka hanya mengikuti 1 jalan yang telah ditetapkan oleh Sang Bhagavā dan hanya menyebarkan Dhamma Sejati tersebut, karena mereka (para Ariya Saṅgha) ini mencapai kesucian dan terbebaskan dari Kilesa sepenuhnya setelah mengikuti ajaran yang dibabarkan Sang Bhagavā. berarti sampai disini bisa disimpulkan, bahwa ajaran-ajaran individual karya Bhikkhu-Bhikkhu masa modern ini datang atas dasar PERSEPSI PEMAHAMAN MASING-MASING, dan bukan atas hasil dari PENCAPAIAN DARI MENGIKUTI AJARAN AWAL Sang Bhagavā. maka oleh karena itu sudah dapat dipastikan berdasarkan ajaran individual para bhikkhu ini, maka sebenarnya mungkin mereka belum mencapai tingkatan kesucian apapun alias masih PUTHUJJANA, karena jika mengikuti Jalan Sang Bhagavā yang benar maka tentu akan ada pencapaian kesucian dan ajaran yang mereka babarkan akan pasti sama persis seperti Dhamma yang telah dibabarkan oleh Sang Bhagavā dan yang telah dijalankan oleh para Ariya Saṅgha dari dulu sampai sekarang, inilah logika sederhananya Maka, semoga Kalyāṇamitta dapat meresapi kembali hal ini baik-baik.
Saya (penulis) menyatakan bahwa basis pengetahuan sejak awal Channel ini didirikan adalah hanya berbasis pada Ajaran Buddha Awal (Early Buddhism) yang mempertahankan Ajaran Awal Sang Buddha (Dhamma & Vinaya) yang Otentik dan tidak terbantahkan dan diakui sebagai Ajaran dari Buddha Historis, Buddha Gotama. Demikian agar dapat dipahami segenap Kalyāṇamitta.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

4 Januari 2026
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka