Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
FAKTA YANG SANGAT NYATA TERLIHAT!!!
TERNYATA SIFAT SEORANG PEMIMPIN YANG BURUK (JUGA) DAPAT MEMPENGARUHI TERJADINYA SUATU BENCANA DI SUATU NEGARA
Cerita di dalam Kitab Suci Tipiṭaka pāḷi ini berisi kebenaran yang sungguh dapat dibuktikan dan dapat dilihat kebenarannya oleh siapapun, hal ini tidak berlebihan diucapkan disini, karena telah banyak Sabda Sang Bhagavā sendiri yang sudah banyak terbukti dari kitab Tipiṭaka pāḷi ini. Dalam hal ini, saya (penulis) ingin mengungkapkan lagi suatu FAKTA KEBENARAN yang tak terelakkan bahwa, menurut kitab Tipiṭaka pāḷi ini suatu bencana alam itu dapat terjadi menimpa suatu negara dan rakyatnya dengan sebab-akibat berantai yang terjadi dan bermula dari pemimpin sebuah negara dan itu memang (sepertinya) terjadi atau paling tidak (mirip) dengan kondisi suatu negara saat ini yang sedang marak tertimpa bencana. Saya (penulis) tidak berniat men-Cocoklogikan, akan tetapi Sutta Sabda Sang Buddha ini memang patut dijadikan atensi bagi kita semua... silahkan disimak dalam Sutta berikut ini..
ADHAMMIKASUTTA
“Para bhikkhu, ketika RAJA-RAJA TIDAK BAIK, MAKA PARA PEJABAT KERAJAAN MENJADI TIDAK BAIK. KETIKA PARA PEJABAT KERAJAAN TIDAK BAIK, MAKA PARA BRAHMANA DAN PERUMAH TANGGA MENJADI TIDAK BAIK. Ketika para brahmana dan perumah tangga menjadi tidak baik, maka para penduduk di pemukiman-pemukiman dan di pedalaman menjadi tidak baik. Ketika para penduduk di pemukiman-pemukiman dan di pedalaman tidak baik, maka matahari dan rembulan berputar di luar jalurnya. Ketika matahari dan rembulan berputar di luar jalurnya, maka konstelasi dan bintang-bintang berputar di luar jalurnya. Ketika konstelasi dan bintang-bintang berputar di luar jalurnya, maka siang dan malam berjalan di luar waktunya … bulan demi bulan dan dwimingguan berjalan di luar waktunya … musim demi musim dan tahun-tahun berjalan di luar waktunya. Ketika musim demi musim dan tahun-tahun berjalan di luar waktunya, MAKA ANGIN BERTIUP DI LUAR JALURNYA DAN SECARA ACAK. KETIKA ANGIN BERTIUP DI LUAR JALURNYA DAN SECARA ACAK, MAKA PARA DEWATA MENJADI MARAH. Ketika para dewata menjadi marah, maka hujan tidak turun dengan cukup. Ketika hujan tidak turun dengan cukup, maka pertanian menjadi masak dengan tidak teratur. Ketika orang-orang memakan hasil pertanian yang masak dengan tidak teratur, mereka menjadi berumur pendek, berpenampilan buruk, lemah, dan rentan terhadap penyakit.
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Catukkanipāta, Dutiyapaṇṇāsaka, Pattakammavagga, AN 4.70)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama di dalam Sutta diatas ini yang berisi kebenaran untuk kita ketahui ini.
sekarang, Kalyāṇamitta tentu setelah menyimak Sutta diatas ini, pasti kemudian dapat memikirkan secara logika, bahwa ternyata ada kemiripan-kemiripan terhadap kondisi suatu negara saat ini, bisa kita lihat sendiri dari tingkah laku pejabat-pejabat nya yang bertindak di luar nalar, dan terlihat sembrono tidak memikirkan rakyat di saat tertimpa bencana, dan bahkan sebelum terjadinya bencana saja para pemimpin dan para pejabatnya ini sudah lama bertindak seperti tidak selayaknya seorang wakil rakyat yang baik dan adil. Beginilah kondisi dan realitanya bisa kita lihat dan saksikan dengan mata kepala sendiri, jadi berdasarkan Sutta Sabda Sang Bhagavā diatas ini tidaklah usah heran kenapa suatu negara tertimpa bencana yang marak dan sering terjadi akhir-akhir ini, sekali lagi, para Kalyāṇamitta pasti dapat berpikir dengan baik, kira-kira terkait apa dan mengarah kemana pembahasan kali ini...
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
6 Desember 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka