තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
WARNING!! : TRIGGERED!
PANDANGAN BAHWA SEGALA SESUATU YANG TERJADI MENIMPA SESEORANG ITU HANYA DISEBABKAN OLEH KAMMA ADALAH PANDANGAN SALAH!
Akhir-akhir ini dapat diketahui oleh kita semua, bahwa banyak terdapat Bencana alam yang terjadi di belahan dunia manapun, dan ini memang sangatlah memprihatinkan, sebab bencana alam ini terbukti menimbulkan kerusakan dan penderitaan bagi kehidupan makhluk hidup, terkhususnya banyak manusia yang menjadi korban terdampak langsung bencana alam ini.
Lalu kemudian, datanglah sebuah pandangan yang menyatakan "berdasarkan ajaran Buddha" dan berkomentar dengan menyatakan bahwa : "bencana yang terjadi ini disebabkan oleh kamma kolektif yang berbuah", APAKAH HAL INI MEMANG BENAR ADANYA??!
Berdasarkan peninjauan dari Sutta Awal dari kitab Tipiṭaka pāḷi tidak ditemukan sebuah kalimat pun yang berbunyi seperti itu, itu jelas MENYESATKAN dan menggiring opini hanya dengan menyalahkan hukum kamma, seakan-akan Hukum Kamma inilah yang menyebabkan semuanya terjadi begitu saja, sekarang mari kita simak terlebih dahulu Sabda Sang Bhagavā dalam Sutta berikut ini...
SĪVAKASUTTA
.... “Guru Gotama, ada beberapa petapa dan brahmana yang menganut doktrin seperti berikut ini: ‘Apa pun yang dialami seseorang, apakah menyenangkan atau menyakitkan atau bukan-menyakitkan juga bukan-menyenangkan, semuanya disebabkan oleh apa yang dilakukan di masa lalu.’ Bagaimanakah menurut Guru Gotama?”
“Beberapa perasaan, Sīvaka,
1. muncul berasal-mula dari ketidak-seimbangan empedu,
2. muncul berasal-mula dari ketidak-seimbangan dahak,
3. muncul berasal-mula dari ketidak-seimbangan angin,
4. muncul berasal-mula dari ketidak-seimbangan [ketiga itu],
5. muncul berasal-mula dari dihasilkan oleh perubahan cuaca,
6. muncul berasal-mula dari dihasilkan oleh perilaku tidak hati-hati,
7. muncul berasal-mula dari disebabkan oleh serangan,
8. muncul berasal-mula dari dihasilkan oleh akibat kamma,
bahwa beberapa perasaan yang muncul sebagai akibat dari ke delapan hal ini, dapat diketahui oleh diri sendiri, dan ini dianggap benar di dunia ini. Sekarang ketika para petapa dan brahmana menganut doktrin dan pandangan seperti berikut ini, ‘Apa pun yang dialami seseorang, apakah menyenangkan atau menyakitkan atau bukan-menyakitkan juga bukan-menyenangkan, semuanya disebabkan oleh apa yang dilakukan di masa lalu,’ mereka melampaui apa yang diketahui oleh diri sendiri dan mereka melampaui apa yang dianggap benar di dunia ini. Oleh karena itu AKU KATAKAN INI ADALAH SALAH di pihak para petapa dan brahmana itu.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Saḷāyatanavaggasaṁyutta, Vedanāsaṁyutta, Aṭṭhasatapariyāyavagga, SN 36.21)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda kebenaran dari Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama, yang patut kita pahami dengan baik sebagaimana adanya. Ajaran Buddha Sāsana ini bila ditelusuri secara mendetail selalu memiliki penjelasan yang dapat dijelaskan dengan apa adanya. Jadi kemudian agar janganlah timbul pandangan salah yang kemudian malah ikut menyebarkan pandangan salah ini ke khalayak ramai sehingga menyesatkan dan mendistorsi ajaran luhur Sang Buddha.
Jadi, dalam Hal Bencana Alam ini, seperti kita ketahui ada 5 hukum universal di Saṃsāra ini yang disebut sebagai pañcaniyāmadhamma, dan bencana alam serta merta bisa terjadi akibat salah satu dari Hukum tersebut yang bekerja, yaitu Utu Niyāma yang mengatur proses cuaca dan anomali alam yang terkait dengan nya. Dan bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini tentu karena "pekerjaan" Utu Niyāma ini, namun terkait pada makhluk yang diterpa bencana ini juga tidak serta merta melulu akibat kamma mereka berbuah, ada sebab-sebab nya yang lain yang tentu tidak bisa dipastikan dan TIDAK AKAN BISA DILIHAT OLEH MATA SEORANG PUTHUJJANA YANG PENUH KEKOTORAN BATHIN INI. Seperti yang tertera dalam Sutta diatas ini, banyak sebab nya, dan telah jelas diSabdakan oleh Sang Bhagavā bahwa pandangan yang menganggap bahwa apa yang terjadi menimpa seseorang itu hanya disebabkan oleh kamma adalah pandangan salah.
Demikian agar dapat dipahami dan diluruskan hal ini diantara para Kalyāṇamitta yang sedang berpraktik Dhamma Sejati agar mereka tidak tersesat.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
5 Desember 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
