Bedah Kasus Singkat Apa Standard Yang Mencirikan Seseorang Sudah Mencapai Sotapanna


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

BEDAH KASUS SINGKAT : APA STANDARD YANG MENCIRIKAN SESEORANG SUDAH MENCAPAI SOTĀPANNA
Masih kembali pada topik "Hot" pada hari ini yaitu terkait Sang Pemasuk-Arus (Sotāpanna). dan sekarang akan dibahas mengenai beberapa ciri yang valid sesuai Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama terkait seseorang yang dapat disebut sebagai orang yang telah mencapai tingkatan kesucian Sotāpanna. hal ini akan dipertegas disini dan perlu ketahui oleh khalayak ramai para Kalyāṇamitta agar kemudian tidak muncul persepsi yang salah mengenai seseorang Sotāpanna. karena memang banyak diluar sana yang memiliki persepsi tak berdasar yang muncul entah dari mana mereka mendapat pengetahuan itu, namun itu semua terkesan "tidak valid" karena tidak adanya kesesuaian dengan Sabda Sang Bhagavā. dan akibat dari persepsi salah seperti itulah maka nanti akan muncul klaim-klaim kosong yang "TERKESAN MEMALUKAN", seperti mengatakan : "Saya sudah Sotāpanna" , "Bhikkhu ini sudah Sotāpanna", dlsb, tetapi apakah Faktanya memang benar demikian??! Berhati-hatilah dalam klaim-klaim seperti ini karena arahnya bisa ke pelanggaran Sīla Musāvāda. maka oleh karena itu, inilah pentingnya untuk mengetahui Sabda Sang Bhagavā dalam kutipan Sutta berikut ini..

RATANA SUTTA
... "Sahāvassa dassana-sampadāya,
_Tayassu dhammā jahitā bhavanti. Sakkāya-diṭṭhi vicikicchitañca, Sīlabbatam vāpi yad-atthi kiñci._ Catūhapāyehi ca vippamutto,
Cha cābhiṭhānāni abhabbo kātum.
Idampi Sanghe ratanam paṇītam,
Etena saccena suvatthi hotu."
TRANSLATE :
"Dengan kesempurnaan pandangan benar Sotāpanna telah melenyapkan tiga belenggu, yaitu pandangan salah tentang diri, keragu-raguan, dan pandangan salah bahwa ritual dan upacara dapat menyelamatkan. mereka telah bebas dari empat alam yang menyedihkan Serta tidak akan melakukan enam kejahatan berat Inilah, mustika gemilang Saṅgha.
Berkat kebenaran ini, semoga memperoleh kesejahteraan."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha, Kp 6)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang adalah kebenaran universal, berlaku untuk siapapun itu yang telah mencapai Tingkatan Kesucian Sotāpanna yang pasti akan memiliki ciri seperti dalam Sutta diatas.
Sekarang apa makna nya dari kutipan Sutta diatas ini ? Lebih tepatnya menekankan pada 3 Belenggu (saṁyojana) yang dihapuskan oleh seseorang yang telah mencapai Tingkatan Sotāpanna, yaitu seperti yang tertulis diatas ini, 
1. Sakkāya-diṭṭhi ; yaitu pandangan salah tentang diri, Seseorang yang sudah mencapai Tingkatan Sotāpanna dipercaya sudah "menembus" pemahaman akan kebenaran dari anattā dalam takaran tertentu, tentu saja dengan pengetahuan (ñāna) ini yang didapatkan dari Vipassāna pengamatan terhadap aspek Tilakkhaṇa.
2. Vicikicchitañca ; adalah Keragu-raguan terhadap kebenaran Ajaran Dhamma Sejati (Buddha Sāsana), jadi seorang yang mencapai Sotāpanna dipastikan telah menghilangkan secara total keraguan-raguan terhadap kebenaran dari Ajaran Buddha Sāsana karena sudah membuktikan oleh diri mereka sendiri kebenaran yang diSabdakan oleh Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama.
3. Sīlabbataparāmāsa ; yaitu kemelekatan terhadap perbuatan, aturan, segala hal yang mampu membuat individu terus terlahir kembali di Saṃsāra, dalam hal ini adalah Keyakinan pada Pandangan Salah (micchādiṭṭhi), jadi seorang Sotāpanna itu tidak akan menggeluti segala keyakinan Pandangan Salah karena mereka sudah pasti telah melihat bukti adanya Nibbāna untuk sesaat saja dan itu adalah pengalaman pertama kali semenjak menjadi seorang Sotāpanna.
Itulah dia penjelasan 3 belenggu (saṁyojana) yang dihancurkan seorang Sotāpanna yang sebenarnya terdiri dari total 10 belenggu yang harus dihancurkan untuk dapat terbebaskan dari Saṃsāra dan mencapai Nibbāna.
Dan lagi, di Sutta diatas dikatakan bahwa seorang Sotāpanna "digaransi" tidak akan terperosok (terlahir kembali) ke dalam alam menderita di bawah alam manusia, dikarenakan mereka sangat taat dalam menjalankan Sīla atau dapat dikatakan mereka memiliki standard moral yang murni, bersih, tak bercacat, oleh karena itulah (Sīla) yang tak bernoda sehingga mana mungkin mereka akan dapat terlahir kembali di alam menderita ??
Dan juga di Sutta diatas dikatakan bahwa seorang Sotāpanna tidak akan melakukan 6 kejahatan berat. Seperti yang telah diketahui Kalyāṇamitta mengenai akusala garuka kamma (5 kejahatan berat), dan itu tidak akan mungkin dilakukan oleh seorang Sotāpanna, ditambah 1 lagi kejahatan berat yaitu MENINGGALKAN AJARAN BUDDHA SĀSANA, itu tidak akan mungkin dilakukan seseorang yang sudah mencapai Sotāpanna. ingat kembali pada belenggu (saṁyojana) poin ke 3 diatas tadi, maka karena itulah alasannya mereka (para Sotāpanna) tidak akan mungkin untuk "pindah haluan" atau istilah keren nya "pindah server" ke ajaran-ajaran yang hanya berfokus di lingkup Saṃsāra. sebab mereka dengan pasti sudah "melihat Sang Jalan" yang Ultimate, sehingga tidak akan tertarik lagi pada Ajaran-Ajaran Pandangan Salah yang menyeret individu terus berada dalam penderitaan. Inilah pengetahuan yang benar untuk diketahui para Kalyāṇamitta terkait Standard seseorang yang sudah mencapai tingkatan kesucian Sotāpanna.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

31 Desember 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka