තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
SESUATU YANG ADALAH SEBUAH PELANGGARAN DAN KEMUDIAN TIDAK DIAKUI SEBAGAI SUATU KESALAHAN ADALAH SEBUAH CIRI ORANG DUNGU
Mau kata bagaimana lagi, memang dari dulu sampai sekarang, rata-rata manusia yang mendominasi dunia ini adalah mencirikan orang dungu dengan tataran kedunguannya masing-masing. Saya sendiri (penulis) juga tentu masih mengalami kedunguan selama masih Puthujjana, namun level tataran kedunguan kita para Kalyāṇamitta tentu berbeda dengan mereka-mereka yang tidak percaya Hukum Kamma, yang menganut Pandangan Salah, dan yang masih melakukan pelanggaran yang tidak etis namun menganggap nya sebagai bukan pelanggaran malah ada yang menganggap nya hal baik atau berkah.
Inilah yang dimaksud sebagai Orang Dungu oleh Sang Bhagavā. bagaimana bisa untuk sebuah hal yang sudah jelas salah namun masih diyakini itu adalah sebuah kebenaran ??!
Sungguh itu adalah sebuah kesesatan yang menjerumuskan.
Mari disimak Sabda Sang Bhagavā terkait pada hal ini...
ACCAYASUTTA
“Para bhikkhu, seorang yang memiliki tiga kualitas harus dikenali sebagai seorang dungu. Apakah tiga ini?
(1) Ia tidak melihat pelanggarannya sebagai pelanggaran.
(2) Ketika ia melihat pelanggarannya sebagai pelanggaran, ia tidak memperbaikinya sesuai Dhamma.
(3) Ketika orang lain mengakui suatu pelanggaran kepadanya, ia tidak menerimanya sesuai Dhamma. Seorang yang memiliki ketiga kualitas ini harus dikenali sebagai seorang dungu.
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Tikanipāta, Paṭhamapaṇṇāsaka, Bālavagga, AN 3.4)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama, sebagai pengetahuan untuk kita bersama, dan juga sebagai pengingat bagi kita semua terhadap standard-standard kebenaran dan bukan kebenaran menurut Dhamma ini sendiri, bahwa sudah jelas diSabdakan oleh Beliau yang Maha Suci, bahwa ada hal-hal yang tidak sesuai dengan Dhamma, maka itu janganlah dilakukan, kita sebagai Murid Beliau, kita harus mampu untuk mengikuti arahan dari Beliau. Karena Sabda Beliau adalah sebaik-baiknya Saran yang tiada bandingnya di Semesta manapun. Dan terkait Orang-Orang yang tetap Dungu mempertahankan kesesatan nya maka biarlah mereka melakukan hal tersebut meskipun setelah kita berikan saran terkait hal-hal yang salah dan tercela, mereka tetap kokoh pada pendirian akan kesesatannya. Karena setiap makhluk adalah pemilik Kamma masing-masing, maka sebenarnya banyak manusia saat ini yang sangat patut dikasihani, sebab mereka menggali lubang jurang bagi diri mereka sendiri.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
05 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
