Menjalankan Jalan Mulia Berunsur Delapan Maka Akan Berbuah Kesucian Dan Nibbana


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

MENJALANKAN JALAN MULIA BERUNSUR DELAPAN BERARTI MENJALANKAN KEHIDUPAN SUCI YANG AKAN BERBUAH KESUCIAN DAN NIBBĀNA
Apa sesungguhnya keunggulan dan tujuan kita dalam menjalankan Ajaran Buddha Sāsana ini perlu untuk diingatkan kembali dan agar kita para Kalyāṇamitta tidak berpaling dari Ajaran yang Luhur ini. Yaitu demi mengakhiri penderitaan dari kelahiran berulang kali tiada akhir di Saṃsāra dengan dicapainya Nibbāna oleh diri kita sendiri. Ini bisa dikatakan sebagai point keunggulan dimana Ajaran kepercayaan lain yang masih berkutat dengan tujuan akhir mereka untuk pergi ke Surga yang adalah bagian Saṃsāra yang juga tidak luput dari penderitaan (Tidak Kekal, mengalami Lahir-mati). Perlu ditekankan disini Tujuan kita umat Buddha adalah Nibbāna, bukan alam-alam kelahiran lainnya. Dan oleh karena itu Sang Bhagavā sendiri telah merumuskan cara agar kita dapat terbebas dari lautan Saṃsāra yaitu melalui Jalan Mulia Berunsur 8 (JMB8).
Mari disimak dalam Sutta dibawah berikut ini...

PAṬHAMABRAHMACARIYASUTTA
Di Sāvatthī. “Para bhikkhu, Aku akan mengajarkan kepada kalian mengenai kehidupan suci dan buah kehidupan suci. Dengarkanlah …

“Dan apakah, para bhikkhu, kehidupan suci itu? Yaitu Jalan Mulia Berunsur Delapan; yaitu, Pandangan benar, Pikiran Benar, Ucapan Benar, Perbuatan Benar, Penghidupan Benar, Usaha Benar, Perhatian Benar, konsentrasi benar. Ini disebut kehidupan suci.

“Dan apakah, para bhikkhu, buah kehidupan suci? Buah Memasuki-Arus (sotāpanna), buah Yang-Kembali-Sekali (sakadagami), buah Yang-Tidak-Kembali (anāgāmi), buah Kearahattaan (ārahaṃta). Ini disebut buah kehidupan suci.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Mahāvaggasaṁyutta, Maggasaṁyutta, Paṭipattivagga, SN 45.39)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama, dalam menjelaskan mengenai Kehidupan Suci di dalam Buddha Sāsana dijalankan demi mencapai Buah Kesucian dan Nibbāna. ini dengan tegas disabdakan oleh Beliau Sang Guru Agung dengan sebenar-benarnya, dan patutlah kita para murid Beliau untuk mampu mengikuti arahan Nya dengan baik. Cermatilah kembali setiap point JMB8 diatas, itulah yang seyogyanya dilaksanakan dengan baik dan benar guna mencapai Buah kesucian, bukan dengan doktrin-doktrin kosong yang beredar di masyarakat seperti "makan vegetarian berarti suci" sampai pada hal-hal yang menjurus kepada Sīlabbataparāmāsa yang kemudian dianggap sebagai "menuju kehidupan suci" seperti terlalu menganggap patung selayaknya sesosok yang hidup dengan terlalu fanatik memuja seperti memberikan makanan, pernak-pernik dsb, sayang sekali mau bagaimanapun banyaknya dari tindakan itu dilakukan tetap tidak akan membawa pada tingkatan kesucian apapun! Inilah realitanya. Kembali lah pada Ajaran yang awal yaitu yang sebagaimana adanya Sang Bhagavā jelaskan dalam kitab Tipiṭaka pāḷi.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

04 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka