තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
DENGAN PERGI BERLINDUNG PADA SANG BUDDHA, DAN MENJALANKAN AJARAN SESUAI DHAMMA, MAKA KELAHIRAN SURGA ITU MUDAH DIGAPAI
Dalam Ajaran Buddha Sāsana ini, kita tidak diharuskan untuk menyembah dan harus percaya membabi-buta pada sesosok entitas yang biasanya selalu ada di tiap-tiap kepercayaan, kita cukup dengan menjalankan dan mempraktikkan Dhamma, maka kita sendiri yang akan mendapatkan manfaat nya. Dikatakan tidak membabi-buta mengimani sebab kita meyakini dengan logis bahwa Sang Bhagavā adalah sesosok Guru Agung yang mengajarkan Dhamma universal yang berlaku tanpa melihat makhluk hidup apapun itu. Kita menghormati Sang Guru Agung yang telah mengajar Dhamma yang luhur tersebut, dan dengan memiliki Saddhā yang benar seperti itu, Serta diiringi praktik Dhamma yang konsisten sesuai Dhamma (Dhammānudhamma), maka kelahiran di Surga adalah hal yang mudah digapai, mari disimak dalam Sutta dari Sabda Sang Bhagavā berikut ini
SAMAYASUTTA
.... "Kemudian devatā lainnya mengucapkan syair ini di hadapan Sang Bhagavā:
“Para bhikkhu berkonsentrasi;
Mereka telah meluruskan pikiran mereka.
Bagaikan kusir yang memegang tali kekang,
Para bijaksana menjaga indria mereka.”
Kemudian devatā lainnya mengucapkan syair ini di hadapan Sang Bhagavā:
“Setelah memotong kegersangan, memotong palang penghalang,
Setelah mencabut tonggak-tonggak Indra, tidak tergoyahkan,
Mereka mengembara dengan murni dan tanpa noda,
Para nāga muda dijinakkan dengan baik oleh Yang Memiliki Penglihatan.”
Kemudian devatā lainnya mengucapkan syair ini di hadapan Sang Bhagavā:
“MEREKA YANG TELAH BERLINDUNG PADA BUDDHA
TIDAK AKAN PERGI KE ALAM SENGSARA.
SAAT MELEPASKAN TUBUH MANUSIA,
MEREKA AKAN BERGABUNG DENGAN PARA DEVA.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Sagāthāvaggasaṁyutta, Devatāsaṁyutta, Satullapakāyikavagga, SN 1.37)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang sebenar-benar nya. Sekarang kita telah mendengar ini dan mampu untuk memahami ini, dan semuanya kembali berpulang kepada kita sendiri. Kekuatan Saddhā ini tidaklah main-main, begitu besar pengaruhnya kepada diri kita. Dan yang terpenting adalah kita tidak memiliki Saddhā pada sesuatu entitas yang berupa khayalan belaka, apalagi entitas-entitas itu masih memiliki kilesa akut. Maka sekarang pahami ini dengan sebenar-benarnya. Sebagai Murid Sang Bhagavā patutlah kita untuk memiliki Saddhā yang benar terhadap Beliau, yang bukan berdasarkan pada keyakinan membuta, tetapi karena meyakini sepenuh hati bahwa hanya Beliau lah Sang Guru Agung yang telah mengajarkan Dhamma yang tiada banding, dan dengan Dhamma itulah kita akan mencapai kelahiran di surga dan lebih jauh lagi pada akhirnya kita mencapai pembebasan dengan tidak terlahir lagi dimanapun juga (Nibbāna).
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
06 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
