තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
DALAM SUTTA TIPIṬAKA PĀḶI DIJELASKAN DENGAN SANGAT TEGAS BAHWA PAṬIPATTI PŪJĀ ADALAH YANG PALING UNGGUL DIBANDINGKAN SEGALA JENIS BENTUK ĀMISA PŪJĀ
Para Kalyāṇamitta tentunya sudah mengetahui dengan baik mengenai Jalan Mulia Berunsur 8 yang disingkat "JMB8" ini, dimana salah satu poin nya adalah Pandangan Benar, Dan lawan dari Pandangan Benar ini adalah Pandangan Salah (micchādiṭṭhi) sebagai bagian dari 10 perbuatan buruk (Dasa Akusala Kamma). Jadi disini kembali mengingatkan sekali lagi bahwa Pandangan Salah adalah bagian dari kamma buruk yang harus dihindari. Dan terkait pada micchādiṭṭhi ini, bukan secara khusus dilabelkan pada ajaran ataupun orang di luar Buddha Sāsana yang menganut ajaran kepercayaan yang bertentangan dengan Dhamma itu sendiri, akan tetapi micchādiṭṭhi ini juga bisa menyelusup ke dalam pemeluk ajaran Buddha Sāsana yaitu kita sendiri. Dan salah satu Pandangan Salah itu adalah terlalu mengganggap (pemujaan persembahan) Āmisa Pūjā sebagai yang terutama dilakukan dibandingkan praktik Dhamma, atau versi lebih ekstrem nya menganggap Āmisa Pūjā sebagai sarana untuk menyelapkan kilesa bahkan satu-satunya jalan untuk mencapai Nibbāna. begitulah manusia dengan Avijjā nya yang sudah akut menempel sehingga tidak mengetahui sebagaimana adanya hal yang benar. Dan jika Pandangan Salah semacam ini dilakukan berlarut-larut maka yang rugi tentu Orang tersebut, karena telah salah melaksanakan ajaran sesuai Dhamma Sejati. Lalu apa Sabda Sang Bhagavā terkait pada hal ini ?? Mari disimak dalam kutipan Sutta berikut ini...
MAHĀPARINIBBĀNASUTTA
.... "Dan Sang Bhagavā berkata: ‘Ānanda, pohon sālini berbunga banyak tidak pada musimnya, yang jatuh di atas tubuh Sang Tathāgata, menaburkan dan menyelimuti sebagai penghormatan. Bunga-bunga pohon koral surgawi jatuh dari angkasa, sebuk cendana surgawi jatuh dari angkasa, menaburkan dan menyelimuti tubuh Sang Tathāgata sebagai penghormatan. Musik dan nyanyian surgawi terdengar di angkasa sebagai penghormatan kepada Tathāgata. Belum pernah sebelumnya Sang Tathāgata begitu dihormati, dipuja, dihargai dan disembah. Akan tetapi, Ānanda, para bhikkhu, bhikkhunī, umat-awam laki-laki atau perempuan manapun juga YANG MEMPRAKTIKKAN DHAMMA DENGAN BENAR, DAN DENGAN SEMPURNA MEMENUHI JALAN-DHAMMA, IA TELAH MEMBERIKAN PENGHORMATAN DAN PEMUJAAN TERTINGGI KEPADA SANG TATHĀGATA. Oleh karena itu, Ānanda, “Kami harus mempraktikkan Dhamma dengan benar dan dengan sempurna memenuhi jalan-Dhamma”—ini harus menjadi sloganmu.’
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Dīghanikāya, Mahāvagga, DN 16)
Sādhu...Sādhu...
Demikian Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang adalah kebenaran sejati yang tidak bisa diganggu gugat lagi, karena ini adalah VALID Ucapan Sang Bhagavā yang paling OTENTIK, disebut : Dhamma Sejati.
Latar belakang kutipan Sutta diatas adalah ketika Sang Bhagavā menjelang momen Mahā Parinibbāna Nya, banyak Deva/i datang dari 10 penjuru semesta untuk melaksanakan penghormatan/pemujaan pada Sang Bhagavā untuk terakhir kalinya dengan cara Āmisa Pūjā. namun kemudian Beliau meluruskan pada Ānanda prihal bahwa Pūjā seperti itu BUKANLAH YANG TERUTAMA ATAU PENTING DILAKUKAN, melainkan Praktik Dhamma (paṭipatti pūjā) yang dilakukan siapapun itu, dan dengan melaksanakan seperti itu berarti telah melakukan PENGHORMATAN/PEMUJAAN TERTINGGI PADA SANG BUDDHA. Dalam kata lain, paṭipatti pūjā adalah YANG TERUNGGUL dalam cara menghormat dan memuja Sang Bhagavā.
Maka inilah kebenaran nya yang telah kita ketahui, dan patut kita hayati untuk laksanakan sebagaimana adanya sesuai Anjuran Sang Bhagavā. Buddha Sāsana ini sejatinya adalah bukan agama ritual, agama klenik, agama upacara puja, agama puja-memuja, agama yang mengharuskan sembah-sujud 1001x sehari, dlsb.. jadi jika ada satu diantara Kalyāṇamitta yang masih mengganggap Buddha Sāsana seperti yang disebutkan tadi maka itu termasuk PANDANGAN SALAH (MICCHĀDIṬṬHI), dan itu jelas adalah Kamma buruk yang bukan membawa ke Nibbāna, akan tetapi malah mengarah keberlanjutan di Saṃsāra dengan dominan berputar-putar terus di 3 alam rendah!
Jadi kesimpulan nya, Ajaran Buddha Sāsana ini adalah Ajaran yang berfokus agar kita segera melepaskan diri dari siklus penderitaan di Saṃsāra dan Sang Bhagavā telah dengan sangat jelas membabarkan pengetahuan Dhamma Nya pada kita, bahwa upacara ritual apapun itu tidak akan membawa pada kesucian atau Nibbāna, tetapi hanya dengan melaksanakan Praktik Dhamma sesuai Dhamma (Dhammānudhamma) itulah yang akan membawa kita menuju Magga, Phala, dan Nibbāna. demikian agar kita semua dapat memahami nya.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
15 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
