Memutuskan Lingkaran Siklus Penderitaan Di Samsara Dengan Jalan Tiada Lain Yaitu Nibbana


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

MEMUTUSKAN LINGKARAN SIKLUS PENDERITAAN DI SAṂSĀRA DENGAN JALAN SATU-SATUNYA DAN TIADA LAIN, YAITU NIBBĀNA
Seperti yang telah kita bersama telah ketahui para Kalyāṇamitta yang berada di Buddha Sāsana ini bahwa memang Siklus Penderitaan ini yaitu mengalami Lahir, Sakit, Tua, Mati dan berulang-ulang terus menerus di Saṃsāra itu perlu untuk dihentikan, dan cara nya kini sudah terpampang jelas dan telah dibabarkan dengan sempurna oleh Sang Bhagavā, maka semuanya kembali berpulang kembali kepada kita ingin mempraktekkannya atau tidak. Namun, dalam realitanya, banyak dari manusia yang tidak menyadari Penderitaan ini, karena sebegitu tebalnya Avijjā, Kilesa ini sehingga manusia merasa aman-aman saja dalam kehidupan ini, bahkan ketika diri sendiri mengalami penderitaan, dan atau melihat kolega atau teman mengalami penderitaan hakiki seperti Sakit atau Mati, momen sedih itu lalu kemudian hanya bertahan beberapa saat saja, dan jika sudah lewat beberapa waktu maka semuanya berlalu bagikan angin lalu, boro-boro manusia ini membangkitkan Saṃvega, atas Penderitaan yang dilihatnya, malah manusia ini terjum kembali ke rutinitas harian mengejar duniawi fana dengan segala macam pengumbaran kilesa. begitulah Fakta nya, Namun bagi Orang Bijaksana yang mengetahui dan menyadari Penderitaan ini adalah Nyata adanya mereka akan sekuat tenaga untuk mencapai akhir dari siklus penderitaan ini, mari simak Sabda Sang Bhagavā dalam Sutta berikut ini...

PĀSARĀSISUTTA
.... “Dan apakah pencarian mulia? Di sini seseorang yang tunduk pada kelahiran, setelah memahami bahaya dalam apa yang tunduk pada kelahiran, mencari keamanan tertinggi dari belenggu yang tidak terlahirkan, Nibbāna; dengan dirinya tunduk pada penuaan, setelah memahami bahaya dalam apa yang tunduk pada penuaan, mencari keamanan tertinggi dari belenggu yang tidak mengalami penuaan, Nibbāna; dengan dirinya tunduk pada penyakit, setelah memahami bahaya dalam apa yang tunduk pada penyakit, mencari keamanan tertinggi dari belenggu yang tidak mengalami penyakit, Nibbāna; dengan dirinya tunduk pada kematian, setelah memahami bahaya dalam apa yang tunduk pada kematian, mencari keamanan tertinggi dari belenggu yang tanpa kematian, Nibbāna; dengan dirinya tunduk pada dukacita, setelah memahami bahaya dalam apa yang tunduk pada dukacita, mencari keamanan tertinggi dari belenggu yang tanpa dukacita, Nibbāna; dengan dirinya tunduk pada kekotoran, setelah memahami bahaya dalam apa yang tunduk pada kekotoran, mencari keamanan tertinggi dari belenggu yang tanpa kekotoran, Nibbāna. Ini adalah pencarian mulia.
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Majjhimanikāya, Mūlapaṇṇāsa, Opammavagga, MN 26)

Sādhu...Sādhu...
Demikian Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama dalam Sutta diatas. Kutipan Sutta ini seharusnya menggambarkan diri Sang Bhagavā sendiri, ketika beliau masih seorang Bodhisatta, beliau kemudian melihat dan menyadari bahwa Penderitaan itu Nyata adanya dan akan dihadapi semua Makhluk Hidup tanpa terkecuali, dan Beliau pada akhirnya melakukan Pencarian Mulia untuk menemukan "obat" agar Makhluk Hidup terbebaskan dari siklus penderitaan ini, dan seperti yang kita tahu, Beliau akhirnya berhasil merealisasikannya untuk diri Nya sendiri (Nibbāna) dan kemudian mengajarkan kepada kita, Dhamma yang luhur sebagai jalan menuju pembebasan sejati. Inilah Contoh Nyata yang dicontohkan sendiri oleh Sang Bhagavā, bahwa Beliau sudah muak dengan segala penderitaan ini dan bertekad serta melaksanakan tindakan guna mencapai Pembebasan sejati. Kita pada masa ini, sudah mendapatkan Ajaran Dhamma yang luhur dari Sang Bhagavā, maka kita tinggal mempraktekkan Jalan Dhamma untuk mencapai apa yang dicapai oleh Sang Bhagavā yaitu Nibbāna. sadarilah bahwa Penderitaan ini nyata adanya, kita sudah berulang kali tak terhitung mengalami semua hal ini, dan pertanyaannya : MAU SAMPAI KAPAN ???!

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

16 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka