තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
ORANG BIJAKSANA DIKENALI DARI SIKAP DAN SIFAT NYA YANG TIDAK MENYUKAI PELANGGARAN HAL APAPUN DAN KONSISTEN BERJALAN DI JALAN DHAMMA
Kita seyogyanya sering mendengar mengenai term "Orang Bijaksana", namun seperti bagaimanakah tipikal ciri-ciri Orang Bijaksana itu ?? Apakah dengan sering masuk ke Vihara lalu disebut sebagai Orang Bijaksana ?! Atau menjadi pengurus atau kepala sebuah Vihara ?! Atau mungkin dalam benak pikiran kita Orang yang Bijaksana sepenuhnya adalah seseorang Bhikkhu ??! Jika para Kalyāṇamitta masih berpikiran bahwa orang-orang yang saya sebutkan diatas itu adalah sungguh Orang Bijaksana, maka itu adalah SALAH BESAR! Saya (penulis), telah melalang buana dan mengetahui bahwa Orang-Orang yang disebutkan diatas juga rata-rata nya masih memiliki sisi Kedunguan, egoistis, dan kilesa akut yang diumbar-umbar yang menurut saya adalah tidak pantas jika menyandang Profesi atau kebiasaannya. Jadi bagaimana sebenarnya Orang Bijaksana itu ??!
Sebenarnya bila kita adalah tipikal orang yang sering bergaul dengan Orang-Orang Bijaksana pasti bisa mengetahui bahwa seseorang itu Bijaksana, namun jika kalau selama ini hanya bergaul di "kubangan sampah" maka yang dijumpai tentu adalah kotoran-kotoran dan sejenisnya, maka menjadi mustahil dapat mengenali sikap ciri-ciri seorang bijaksanawan. Mari kita simak Sabda Sang Bhagavā mengenai kebenaran terkait Orang Bijaksana di dalam Sutta berikut ini...
ACCAYASUTTA
“Seorang yang memiliki tiga kualitas harus dikenali sebagai seorang bijaksana. Apakah tiga ini?
(1) Ia melihat pelanggarannya sebagai pelanggaran.
(2) Ketika ia melihat pelanggarannya sebagai pelanggaran, ia memperbaikinya sesuai Dhamma.
(3) Ketika orang lain mengakui suatu pelanggaran kepadanya, ia menerimanya sesuai Dhamma.
Seorang yang memiliki ketiga kualitas ini harus dikenali sebagai seorang bijaksana.
“Oleh karena itu … Demikianlah kalian harus berlatih.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Tikanipāta, Paṭhamapaṇṇāsaka, Bālavagga, AN 3.4)
Sādhu...Sādhu...
Demikian Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang adalah Kebenaran sejati. Sekarang berdasarkan Sabda Beliau Yang Maha Suci ini, kita menjadi mengetahui ternyata begitulah ciri-ciri Orang Bijaksana. Jadi kita kemudian tidak lagi meng "Judge The Book by its cover" jika hanya karena seseorang adalah Pengurus dan Kepala Vihara misalnya, maka sudah pasti 100% baik.. NOOO... Salah besar! Karena kenyataannya meskipun punya Vihara, tapi mulut, hati, dan kelakuan masih buruk dan TIDAK PANTAS DIUMBAR DI LINGKUNGAN VIHARA. Bahkan Penulis katakan jika saja Kalyāṇamitta dapat mempraktekkan Ajaran Buddha Sāsana sesuai yang diSabdakan oleh Sang Bhagavā dengan benar dan baik, maka itu sudah cukup Mulia daripada pemilik Vihara tapi kelakuan masih kategori Orang Dungu, buat apa ??!
Namun meskipun demikian, Kita haruslah tetap optimis bahwa masih ada segelintir Orang Bijaksana diluar sana, meskipun hanya "Segelintir" saja dikatakan, sebab memang masa kini sudah sangat terlalu mendominasi Orang Dungu dimana-mana.
Mari kita coba menjadi bagian dari "Segelintir" orang tersebut, menjadi Orang Bijaksana dengan melaksanakan praktik Dhamma sesuai Dhamma (Dhammānudhamma). Niscaya harapan dan cita-cita luhur kita untuk menggapai Nibbāna semakin dekat.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
14 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
