Oleh Karena Kilesa Terdapat Berbagai Cara Dan Motif Seseorang Menjadi Buruk Dan Dungu


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

OLEH KARENA KILESA INI SEHINGGA TERDAPAT BERBAGAI MACAM CARA DAN MOTIF SESEORANG UNTUK MENJADI IKUT-IKUTAN BURUK DAN DUNGU
Masih berada di topik seputaran "Orang Dungu," dan hal ini memang perlu dibahas, dan tidak perlu disembunyikan, sebab memang mayoritas manusia sekarang sudah semakin memasuki era "manusia dungu," dan dengan kehadiran Sabda Sang Bhagavā ini diharapkan kita akan semakin mawas diri, jika masih berada di jalan orang dungu maka patutlah berbalik arah ke jalan yang benar yaitu jalan nya orang bijaksana, dan bagi yang tidak memiliki ciri-ciri kedunguan agar kemudian mengetahui pengetahuan ini yang terkait seputar "kedunguan" sehingga bisa lebih berhati-hati lagi.
Demikianlah manusia dengan kilesa nya itu yang begitu kreatif dalam menjerumuskan seseorang yang tidak telaten dan terlatih dalam hal melatih diri, dan hal itu terjadi tanpa disadari oleh kita, sedemikian halus nya kilesa bekerja dan akibatnya tentu saja buruk. di dalam Sutta Sabda Sang Bhagavā ini terdapat kondisi-kondisi yang sering dilakukan seseorang, mari disimak..

PAṬHAMAKHATASUTTA
“Para bhikkhu, dengan memiliki empat kualitas, orang dungu, yang tidak kompeten, dan jahat, mempertahankan dirinya dalam kondisi celaka dan terluka; ia tercela dan dicela oleh para bijaksana; dan ia menghasilkan banyak keburukan. Apakah empat ini?

(1) “Tanpa menyelidiki dan tanpa memeriksa, ia memuji seorang yang layak dicela.
(2) Tanpa menyelidiki dan tanpa memeriksa, ia mencela seorang yang layak dipuji.
(3) Tanpa menyelidiki dan tanpa memeriksa, ia mempercayai sesuatu yang mencurigakan.
(4) Tanpa menyelidiki dan tanpa memeriksa, ia mencurigai sesuatu yang seharusnya dipercaya.

Dengan memiliki keempat kualitas ini, orang dungu, yang tidak kompeten, dan jahat, mempertahankan dirinya dalam kondisi celaka dan terluka; ia tercela dan dicela oleh para bijaksana; dan ia menghasilkan banyak keburukan."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Catukkanipāta, Paṭhamapaṇṇāsaka, Bhaṇḍagāmavagga, AN 4.3)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama di dalam Sutta diatas. Sekarang mari kita berkaca kedalam diri kita masing-masing, apakah kita adalah salah satu yang "bermain peran" sebagai orang dungu selama ini dengan berbuat hal-hal buruk seperti diatas di dalam kehidupan kita ? Jika memang benar ada tindakan dungu tersebut, maka berubahlah mulai sekarang, karena hal-hal buruk itu tidak bermanfaat sama sekali, dan itulah wujud kilesa, sebenarnya kalau mau dibahasakan ke bahasa umum sehari-hari, kategori sikap diatas itu adalah layak disebut sebagai "penjilat." Manusia model ini akan selalu melakukan hal-hal dungu seperti 4 poin diatas ini untuk motif tertentu, biasanya adalah untuk meraup keuntungan, menyenangkan orang dengan cara yang salah, demi jabatan di kantor, dlsb motif khas duniawi lainnya. Dan itulah sumber kehancuran diri seseorang yang melakukan hal itu, mereka mengira beruntung jika dengan metode "penjilat" dan pada akhirnya mereka berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, namun apakah semua itu kekal ??! Untuk apa kita melakukan hal-hal dungu demi keuntungan semu yang sementara dan rela mengorbankan diri untuk terjerumus ke Alam Penderitaan di masa setelah kematian??! Jika ini dipikirkan baik-baik, tentu kita akan lebih hati-hati lagi dalam bertindak, karena adalah hal yang betul-betul DUNGU menukar keuntungan sesaat saja dengan penderitaan di Saṃsāra tiada akhir...

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

20 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka