Layak Disebut Dungu Jika Selalu Berbuat Tidak Bermanfaat Melalui Pikiran, Ucapan, Perbuatan


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

LAYAK DISEBUT SEBAGAI ORANG DUNGU JIKA SELALU MELAKUKAN PERBUATAN TIDAK BERMANFAAT MELALUI PIKIRAN, UCAPAN, DAN PERBUATAN
Tentu saja jika seseorang yang tidak memiliki tingkatan status spiritual apapun, yang bukan seorang Bhikkhu, bukan seorang sāmaṇera, bukan seorang Romo, juga bukan seorang Pandita, bahkan bukan seorang Sarjana Agama Buddha, yang "terlihat" tidak memiliki kapasitas dalam Buddhisme, tiba-tiba melabeli seseorang yang hobby melakukan perbuatan buruk melalui Pikiran, Ucapan, dan Perbuatan sebagai ORANG DUNGU! Maka yang ada adalah pasti orang yang tanpa status spiritual apapun itu mungkin akan menerima cemoohan, kritikan, bahkan celaan, karena berani-berani nya men"Cap" orang lain sebagai Orang Dungu.!
Namun, akan menjadi lain ceritanya bila "Seseorang" yang men"cap" seseorang yang berprilaku buruk melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan, ternyata adalah Seorang Yang Maha Suci, Sang Buddha sendiri, maka siapapun makhluk atau entitas apapun di semesta manapun itu TIDAK AKAN DAPAT MEMBANTAH SEDIKITPUN! Karena Dhamma adalah kebenaran hakiki.
Maka mari disimak, inilah Sutta Sabda Sang Bhagavā tersebut...

AKUSALASUTTA
“Para bhikkhu, seorang yang memiliki tiga kualitas harus dikenali sebagai SEORANG DUNGU. Apakah tiga ini? Perbuatan tidak bermanfaat melalui jasmani, perbuatan tidak bermanfaat melalui ucapan, perbuatan tidak bermanfaat melalui pikiran. SEORANG YANG MEMILIKI KETIGA KUALITAS INI HARUS DIKENALI SEBAGAI SEORANG DUNGU."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Tikanipāta, Paṭhamapaṇṇāsaka, Bālavagga, AN 3.6)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama terkait kebenaran dari Dhamma ini. Bahwa seseorang dengan Pikiran Buruk, Ucapan Buruk, dan Perbuatan Buruk adalah patut disebut sebagai orang dungu. Mengapakah dungu ?! Ya tentu saja karena orang-orang model semacam ini diibaratkan sudah mengetahui bahwa Racun itu mematikan, tapi tetap dikonsumsi, maka konsekuensi nya pasti sudah jelas dan pasti, begitu juga Orang Dungu ini, tetap melakukan prilaku buruk yang tidak ada manfaatnya melalui 3 pintu tersebut, meskipun terkadang sadar itu salah tapi tetap masih dilakukan. Tapi masih syukur bisa menyadari sesuatu itu salah, masalahnya mayoritas manusia ini lebih banyak yang tidak menyadari tindakan mereka melalui 3 pintu itu berakibat buruk untuk mereka, malah ada beberapa yang berpikir hal yang buruk sebagai hal yang baik, kalau sudah begini, maka untuk orang dungu model begitu patut dikasihani, karena Saṃsāra akan menjadi tempat yang pedih bagi mereka kedepannya...
Mari kita semua berlatih memerangi sisi Kedunguan kita masing-masing dalam diri kita, berkaca pada diri kita sendiri, inilah yang perlu kita benahi segera dengan cara-cara yang sesuai dan selaras dengan Ajaran Buddha Sāsana, demi menggapai tujuan luhur kita, Nibbāna.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

19 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka