තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
JIKA SUDAH TERBIASA DENGAN HAL-HAL DAN KONDISI DUNGU, SESEORANG KEMUDIAN TIDAK AKAN BISA MEMAHAMI KONSEP TERKAIT KEBIJAKSANAAN
Pengetahuan Dhamma yang dihadirkan disini adalah dengan maksud membuka pintu hati kita untuk mampu menerima kebenaran dari Dhamma Sejati yang berasal dari Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama. Dan apa pun yang tertulis di Sutta Tipiṭaka pāḷi itu selalu akan menjadi referensi langsung untuk pengetahuan disini, dan saya (penulis) menyatakan dalam kesempatan ini bahwa segala pengetahuan disini 99,99% bebas dari AI, hanya 0,1% yang berasal dari AI yaitu Gambar sebagai visualisasi.
Setelah mengetahui ini, sebenarnya bagaimana kondisi bathin kita ketika menyimak Pengetahuan Dhamma disini ? Apakah tampak bahagia, ceria, penuh perhatian dan membangkitkan kusala citta lainnya, atau malah kemudian jengkel, marah, emosi, tidak terima kebenaran dari Dhamma ini ?? Maka waspadalah, itu adalah kilesa kita sendiri yang meronta-ronta, akibat sudah sering terlalu dimanjakan, sehingga akan sangat sulit untuk dapat menerima kebenaran dari Dhamma ini karena memang segala Dhamma ini sangat bertentangan dengan kejahatan, keburukan, dan kualitas tidak bajik apapun. Maka dalam hal ini SALAHKANLAH DIRI KITA SENDIRI, Bukan siapapun, karena tidak bisa menerima Dhamma Sejati,
Mari disimak Sabda Sang Bhagavā di Sutta dibawah ini yang sesuai dengan Topik kali ini...
DUKKATHĀSUTTA
“Dan mengapakah, sebuah khotbah tentang kebijaksanaan disampaikan secara keliru kepada seorang yang tidak bijaksana? Ketika sebuah khotbah tentang kebijaksanaan sedang dibabarkan, seseorang yang tidak bijaksana menjadi KEHILANGAN KESABARAN DAN MENJADI JENGKEL, MELAWAN, DAN KERAS KEPALA; IA MEMPERLIHATKAN KEMARAHAN, KEBENCIAN, DAN KEKESALAN. Karena alasan apakah? Karena ia tidak melihat kebijaksanaan itu di dalam dirinya dan tidak memperoleh sukacita dan kegembiraan dengan berdasarkan padanya. Oleh karena itu sebuah khotbah tentang kebijaksanaan disampaikan secara keliru kepada seorang yang tidak bijaksana."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Pañcakanipāta, Catutthapaṇṇāsaka, Saddhammavagga, AN 5.157)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang bermakna kebenaran apa adanya. Jadi setelah mengetahui ini, kita kemudian harusnya instropeksi diri kita bila memang selama ini muncul pikiran yang berasosiasi dengan akusala citta (pikiran tidak bajik) ketika sedang membaca Dhamma. salahkan diri kita sendiri karena sudah sangat terbiasa tenggelam di dalam lautan kilesa sehingga menjadi menolak dan emosi ketika mengetahui prihal Dhamma ini, karena sesuai Sutta diatas, kita mungkin tidak pernah melakukan atau jarang melakukan tindakan yang berlandaskan pada kebijaksanaan melainkan selalu melakukan hal tidak bajik jadi adalah wajar mengalami penolakan bathin. Dan ini sungguh berbahaya, sebab jika dibiarkan terus menerus dan tidak mau menyadari kesalahan ini, maka selamanya akan tenggelam dalam keterpurukan penderitaan tiada akhir ini, lagi-lagi diri sendiri lah yang patut disalahkan karena hal tersebut. Maka teruslah berusaha membaca dan mengetahui Dhamma Sejati ini, janganlah muncul keraguan, apalagi emosi ketika membaca Dhamma ini sebab, bisa jadi mungkin ini kesempatan satu-satunya kita untuk menyadari kesalahan kita, itu lebih baik daripada tidak menyadari dan malah memunculkan pikiran buruk apapun yang menjadi sebab keberlanjutan penderitaan lagi.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
21 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
