තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
KARENA TIDAK MENGERTI DAN MEMAHAMI SEBAGAIMANA ADANYA TERKAIT PADA REALITAS HAKIKI SEHINGGA MEMBUAT MANUSIA SEMAKIN TERPERANGKAP DALAM JURANG PENDERITAAN
Kita bisa membandingkan pada taraf Kehidupan manusia pada Zaman Sang Buddha masih eksis di dunia dengan kehidupan masa kini, pada masa Zaman dulu itu, manusia saja sudah ada yang Dungu, moralitasnya rusak, dan beragam macam keburukannya, APALAGI DI MASA SEKARANG ini, dengan kemajuan IPTEK yang membuat ilusi seakan-akan semua hal nya ini adalah Solid, indah, menarik, Kekal, dan membawa kebahagiaan. Padahal kebenaran nya dan fakta nya bahwa semua hal itu adalah tidak demikian adanya, melainkan hanya ilusi "fatamorgana", kita terjebak dalam khayalan bahwa seakan-akan ini semua seperti yang kita rasakan(indah, menarik, kekal, dsb) padahal tidak sama sekali, karena Penderitaan pasti mengikuti dibalik semua hal itu. Dan parahnya, saking kuat nya cengkraman Avijjā itu sehingga membuat manusia tidak memahami bahkan menolak Realitas Hakiki (Tilakkhaṇa) itu sendiri. Sungguh suatu keterbalikan pola pikir yang akan membuat makhluk semakin jatuh ke dalam penderitaan, hal ini juga telah diSabdakan oleh Sang Bhagavā dalam Sutta berikut ini...
VIPALLĀSASUTTA
“Para bhikkhu, ada empat pembalikan persepsi, pembalikan pikiran, dan pembalikan pandangan. Apakah empat ini?
(1) Pembalikan persepsi, pikiran, dan pandangan yang menganggap apa yang tidak kekal sebagai kekal;
(2) pembalikan persepsi, pikiran, dan pandangan yang menganggap apa yang merupakan penderitaan sebagai menyenangkan;
(3) pembalikan persepsi, pikiran, dan pandangan yang menganggap apa yang bukan-diri sebagai diri;
(4) pembalikan persepsi, pikiran, dan pandangan yang menganggap apa yang tidak menarik sebagai menarik.
Ini adalah empat pembalikan persepsi, pembalikan pikiran, dan pembalikan pandangan itu.
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Catukkanipāta, Paṭhamapaṇṇāsaka, Rohitassavagga, AN 4.49)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama, yang sebenarnya menjelaskan prihal keterbalikan persepsi, keterbalikan pemahaman, keterbalikan pandangan, yang dimana adalah suatu kesalahan fatal yang menjerumuskan makhluk hidup dalam ketersesatan. Lihatlah sendiri, fakta bahwa Ketidak-tahuan (Avijjā) ini bekerja sedemikian rupa sehingga Makhluk hidup tidak mampu memahami Realitas Hakiki (Tilakkhaṇa) sebagaimana adanya. Dan apakah keberlanjutan dari Pandangan Sesat ini ? Maka Makhluk Hidup kemudian selalu terbuai dan terlalu melekati segala hal ilusi palsu di dunia ini yang menyebabkan munculnya penderitaan-penderitaan berkepanjangan di Saṃsāra, maka oleh karena itu, Sang Bhagavā mengajarkan kita untuk harus mampu melihat Realitas Hakiki ini sebagaimana adanya sehingga kita pada akhirnya mampu mendobrak pandangan keliru yang selama ini kita yakini, dan praktek Dhamma sesuai Dhamma (Dhammānudhamma) harus lebih diintensifkan sehingga pada akhirnya Avijjā ini dapat diberantas secara sempurna tak bersisa lagi.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
12 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
