Hanya Karena Melanggar Pancasila, Efeknya Luar Biasa Menyedihkan Dialami Oleh Kita Semua


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

HANYA KARENA MELANGGAR PAÑCASĪLA, EFEKNYA SUNGGUH LUAR BIASA MENYEDIHKAN (DAN TELAH PERNAH) DIALAMI OLEH KITA SEMUA
Di dalam kitab Tipiṭaka pāḷi ini banyak cerita kebenaran luar biasa yang diungkapkan oleh Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama, semata-mata agar kita dapat memahami realitas dari Dhamma (kebenaran) ini sebagaimana adanya. Sang Bhagavā sebagai seorang yang maha suci adalah tidak menjadi masalah bagi Nya untuk melihat jauh ke belakang (masa lalu) sampai ber kappa-kappa (aeon) yang tak terhitung lagi, atau melihat ke waktu masa depan sesuai kemauanNya, adalah tidak mungkin dan tidak akan mampu untuk me'logika'kan kemampuan Seorang Buddha dengan pengetahuan manusia yang ada sampai detik ini. Singkat cerita, kutipan Sutta dibawah ini, menceritakan mengenai kejatuhan manusia dari yang awalnya berumur sangat panjang hingga menjadi pendek dikarenakan pelanggaran moralitas (Sīla) dalam hal ini adalah Pañcasīla. mari disimak kutipan Sutta dibawah ini...

CAKKAVATTISUTTA
..... ‘Demikianlah, dari tidak memberikan kepada mereka yang membutuhkan, kemiskinan berkembang, dari meningkatnya kemiskinan, tindakan mengambil apa yang tidak diberikan meningkat, dari MENINGKATNYA PENCURIAN, penggunaan senjata meningkat, dari meningkatnya penggunaan senjata, PEMBUNUHAN MENINGKAT —dan dari meningkatnya pembunuhan, umur kehidupan manusia menurun, kecantikan mereka memudar, dan sebagai akibat dari menurunnya umur kehidupan dan kecantikan ini, anak-anak dari mereka yang umur kehidupannya delapan puluh ribu tahun hanya hidup selama empat puluh ribu tahun.

‘Dan seseorang dari generasi yang hidup selama empat puluh ribu tahun itu mengambil apa yang tidak diberikan. Ia dibawa ke hadapan Raja, yang bertanya kepadanya: “Benarkah bahwa engkau mengambil apa yang tidak diberikan— yang disebut pencurian?” “Tidak, Baginda”, ia menjawab, dengan demikian ia dengan SENGAJA MENGATAKAN KEBOHONGAN.

‘Demikianlah, dari tidak memberikan kepada mereka yang membutuhkan, … pembunuhan meningkat, dan dari pembunuhan, KEBOHONGAN MENINGKAT, dari meningkatnya kebohongan, umur kehidupan manusia menurun, kecantikan mereka memudar. dan sebagai akibatnya, anak-anak dari mereka yang umur kehidupannya empat puluh ribu tahun hanya hidup selama dua puluh ribu tahun.

‘Dan seseorang dari generasi yang hidup selama dua puluh ribu tahun itu mengambil apa yang tidak diberikan. Orang lain melaporkan hal itu kepada Raja dengan mengatakan: “Baginda, orang itu telah mengambil apa yang tidak diberikan”, dengan demikian MENGATAKAN KEJAHATAN orang lain.

‘Demikianlah, dari tidak memberikan kepada mereka yang membutuhkan, … tindakan MENGATAKAN KEJAHATAN ORANG LAIN MENINGKAT, dan sebagai akibatnya, umur kehidupan manusia menurun, kecantikan mereka memudar, dan sebagai akibatnya, anak-anak dari mereka yang umur kehidupannya dua puluh ribu tahun hanya hidup selama sepuluh ribu tahun.

‘Dan dari generasi yang hidup selama sepuluh ribu tahun itu, beberapa cantik dan beberapa buruk rupa. Dan mereka yang buruk rupa, karena IRI terhadap mereka yang cantik, melakukan PELANGGARAN SEKSUAL dengan istri-istri orang lain.

Demikianlah, dari tidak memberikan kepada mereka yang membutuhkan, … PELANGGARAN SEKSUAL meningkat, dan sebagai akibatnya, umur kehidupan manusia menurun, kecantikan mereka memudar, dan sebagai akibatnya, anak-anak dari mereka yang umur kehidupannya sepuluh ribu tahun hanya hidup selama lima ribu tahun.

‘Dan dari generasi yang hidup selama lima ribu tahun itu, DUA HAL MENINGKAT: UCAPAN KASAR DAN PEMBICARAAN YANG TIDAK BERTUJUAN, dan sebagai akibatnya, umur kehidupan manusia menurun, kecantikan mereka memudar, dan sebagai akibatnya, anak-anak dari mereka yang umur kehidupannya lima ribu tahun , beberapa hidup selama dua ribu lima ratus tahun, dan beberapa hidup selama dua ribu tahun.

‘Dan dari generasi yang hidup selama dua ribu lima ratus tahun itu, IRI-HATI DAN KEBENCIAN MENINGKAT, dan sebagai akibatnya, umur kehidupan manusia menurun, kecantikan mereka memudar. dan sebagai akibatnya, anak-anak dari mereka yang umur kehidupannya dua ribu lima ratus tahun, hanya hidup selama seribu tahun.

‘Dan dari generasi yang hidup selama seribu tahun itu, PENDAPAT-PENDAPAT SALAH MENINGKAT … dan sebagai akibatnya, anak-anak dari mereka yang umur kehidupannya seribu tahun hanya hidup selama lima ratus tahun.

‘Dan dari generasi yang hidup selama lima ratus tahun itu, TIGA HAL MENINGKAT: HUBUNGAN SEKSUAL SEDARAH, KESERAKAHAN BERLEBIHAN DAN PRAKTIK-PRAKTIK MENYIMPANG… dan sebagai akibatnya, anak-anak dari mereka yang umur kehidupannya lima ratus tahun, beberapa hidup selama dua ratus lima puluh tahun, dan beberapa hidup selama dua ratus tahun.

‘Dan dari generasi yang hidup selama dua ratus lima puluh tahun itu, HAL-HAL INI MENINGKAT: KURANGNYA HORMAT KEPADA AYAH DAN IBU, KEPADA PARA PETAPA DAN BRAHMANA, DAN KEPADA KEPALA-KEPALA SUKU.

Demikianlah, dari tidak memberikan kepada mereka yang membutuhkan, … kurangnya hormat kepada ayah dan ibu, kepada para petapa dan Brahmana, dan kepada kepala-kepala suku menjadi meningkat, dan sebagai akibatnya umur kehidupan dan kecantikan manusia menurun, dan anak-anak dari mereka yang UMUR KEHIDUPANNYA DUA SETENGAH ABAD HANYA HIDUP SELAMA SERATUS TAHUN."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Dīghanikāya, Pāthikavagga, DN 26)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama, yang disini saya (penulis) menyertakan kutipan Sutta ini cukup panjang hingga ke poin kalimat terakhir sebab cerita ini saling sambung menyambung dan tidak mungkin memotong nya agar bisa timbul pemahaman. (biasakanlah membaca, terutama Kitab Suci kita yang berisi pengetahuan Dhamma).
Kalyāṇamitta bisa melihat sendiri, dahulu kala (berdasarkan Sutta diatas) manusia pada awalnya memiliki umur yang sangat panjang sampai puluhan ribu tahun, namun karena seiring waktu yang panjang itu, manusia mengalami penurunan standard moralitas, terutama dalam hal moralitas dasar (pañcasīla). Demikianlah dalam waktu yang panjang itu karena pelanggaran Sīla yang dilakukan, Hukum Kamma tetap berjalan sebagaimana mestinya, sehingga manusia seiring waktu mengalami degradasi umur kehidupan mereka akibat ulah mereka sendiri. Dan sampailah kita di masa sekarang yang dimana kini telah memasuki masa di mana manusia memiliki batas umur dibawah 100 tahun dan terus dalam proses degradasi, karena Kalyāṇamitta bisa lihat sendiri sudah sangat jarang ditemukan orang yang berumur sampai 100 tahun. Dan Sutta diatas ini sangat RELEVAN! sebab kita bisa lihat sendiri keadaan dunia kita dengan mata kepala sendiri ?? Bagaimana moralitas manusia sekarang ??! Saya (penulis) kira tidak perlu lagi dijelaskan karena bukti dan data sudah terpampang jelas! Sekian dulu Kalyāṇamitta besok kita akan membahas mengenai kelanjutan Sutta ini, dimana akan semakin membuka mata kita terhadap keadaan kita dewasa ini, sebab realitanya, manusia sedang berjalan menuju ke masa kelam di masa depan yang tak terelakkan...

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

22 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka