Jika Ingin Melepaskan Diri Dari Samsara, Segala Kehendak Keinginan Harus Dilepaskan


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

JIKA INGIN MELEPASKAN DIRI DARI PENDERITAAN SAṂSĀRA INI, MAKA SEGALA KEHENDAK KEINGINAN HARUS DILEPASKAN
Mungkin banyak dari kita para Kalyāṇamitta yang belum mengerti betul mengenai apa itu "penderitaan", karena bagi beberapa Kalyāṇamitta merasa bahwa hidupnya selama ini damai, aman, fine-fine saja, segala harapannya terkabulkan, tentu itu adalah hal yang baik. Namun, bagi beberapa Kalyāṇamitta lainnya, hidup ini terasa sangat menderita ketika diterpa berbagai masalah dalam kehidupan, ada pula yang diterpa bencana alam, seperti yang sedang terjadi akhir-akhir ini, di momen seperti itulah baru sejenak kita tersadar bahwa inilah wujud penderitaan itu. Memang begitulah adanya kehidupan di Saṃsāra ini, segala sesuatu bisa terjadi kepada kita karena timbunan kamma buruk yang sudah sangat banyak di kehidupan lampau. Namun, dalam Buddha Sāsana ini, telah diajarkan pada kita mengenai cara agar kita terlepas dari segala penderitaan ini, ini haruslah dipahami, karena bagaimanapun inilah cara satu-satu nya agar makhluk dapat terlepas dari jeratan penderitaan Saṃsāra. mari disimak Sabda Sang Bhagavā dalam Sutta berikut ini...

TATIYACETANĀSUTTA
.... "Tetapi, para bhikkhu, jika seseorang tidak menghendaki, dan tidak merencanakan, dan tidak memiliki kecenderungan pada apa pun, maka tidak ada dasar bagi pemeliharaan kesadaran. Jika tidak ada dasar maka tidak ada penyokong bagi terbentuknya kesadaran. Jika kesadaran tidak terbentuk dan tidak berkembang, maka tidak ada kecenderungan. Jika tidak ada kecenderungan, maka tidak ada datang dan pergi. Jika tidak ada datang dan pergi, maka tidak ada meninggal dunia dan terlahir kembali. JIKA TIDAK ADA MENINGGAL DUNIA DAN TERLAHIR KEMBALI, MAKA KELAHIRAN, PENUAAN-DAN-KEMATIAN, KESEDIHAN, RATAPAN, KESAKITAN, KETIDAK-SENANGAN, DAN KEPUTUS-ASAAN DI MASA DEPAN JUGA LENYAP. DEMIKIANLAH LENYAPNYA KESELURUHAN KUMPULAN PENDERITAAN INI.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Nidānavaggasaṁyutta, Nidānasaṁyutta, Kaḷārakhattiyavagga, SN 12.40)

Sādhu...Sādhu...
Demikian Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang bermakna kebenaran ini. Kita haruslah memahami hal ini dengan baik, karena dengan memahami ini nantinya kita akan mengerti dan kemudian mempraktikkan jalan untuk menembus kebenaran hakiki ini sebagaimana adanya.
Pahamilah bahwa inilah sifat kehidupan di alam Saṃsāra, penuh dengan segala macam penderitaan, maka terimalah fakta ini, bahwa semua penderitaan ini mengakar dari segala keinginan kita yang tiada habisnya, yang menjadi kemelekatan ini.*Lakukan praktik Dhamma (Dhammānudhamma) yang berkesinambungan tanpa henti demi tujuan luhur dan cita-cita agung kita. Jika, suatu saat nanti di masa depan kita para Kalyāṇamitta dapat meninggalkan segala kehendak keinginan dan kemelekatan ini sepenuhnya, maka kita pada saat itu telah dan atau akan segera merealisasi Nibbāna.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

30 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka