තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
TIDAK MEMBIARKAN NODA-NODA BURUK BERSEMAYAM DALAM PIKIRAN TERUS MENERUS DENGAN MENINGGALKANNYA DAN MEMBASMINYA
Oleh karena dari beberapa hari lalu telah dibahas secara singkat mengenai terkait pada Moral dan Etika yang patut dan tidak patut bagi seorang manusia yang bersumber dari Sigālovāda Sutta, maka kali ini akan dibahas mengenai sumber munculnya segala perbuatan maupun ucapan itu, yaitu dimulai dari pikiran terlebih dahulu. Karena Pikiranlah yang memang duluan memunculkan ide-ide buruk dan gagasan jahat (akibat dorongan Kilesa) dan menciptakan Skenario-Skenario jahat yang selanjutnya akan dimanifestasikan ke dalam Perbuatan dan Ucapan. Sang Bhagavā menyatakan sendiri bahwa Pikiran-Pikiran buruk semacam itu adalah tidak pantas untuk ditorerir dibiarkan dikembang-biakkan dalam Pikiran kita melainkan mesti mengentaskannya dengan cara melenyapkannya.
Mari disimak dalam Sutta dibawah berikut ini...
SABBĀSAVASUTTA
.... “Noda-noda apakah, para bhikkhu, yang harus ditinggalkan dengan melenyapkan? Di sini seorang bhikkhu, merenungkan dengan bijaksana, TIDAK MENOLERIR PIKIRAN KEINGINAN INDRIA yang muncul; ia meninggalkannya, melenyapkannya, mengusirnya, dan membasminya. Ia TIDAK MENOLERIR PIKIRAN BERMUSUHAN yang muncul … Ia TIDAK MENOLERIR PIKIRAN KEJAM yang muncul … Ia TIDAK MENOLERIR KONDISI-KONDISI JAHAT YANG TIDAK BERMANFAAT; ia meninggalkannya, melenyapkannya, mengusirnya, dan membasminya. Sementara noda-noda, gangguan, dan gejolak muncul dalam diri seorang yang tidak melenyapkan pikiran-pikiran ini, sebaliknya TIDAK ADA NODA-NODA, GANGGUAN, DAN GEJOLAK MUNCUL DALAM DIRI SEORANG YANG MELENYAPKANNYA. Ini disebut noda-noda yang harus ditinggalkan dengan melenyapkan.
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Majjhimanikāya, Mūlapaṇṇāsa, Mūlapariyāyavagga, MN 2)
Sādhu...Sādhu...
Demikian Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama, dalam kutipan Sutta diatas. Jadi mestilah dipahami secara Simple dan benar terlebih dahulu bahwa Pikiran ini lah yang memotori terciptanya segala sesuatu di Perbuatan dan Ucapan. Jika Pikiran ini tidak dibiarkan berlarut-larut berkembang dalam kondisi-kondisi jahat karena dengan cepat kita menyingkirkan pikiran-pikiran jahat dengan perhatian yang bijak (Yoniso Manasikāra) seperti yang telah Dijelaskan oleh Sang Bhagavā di dalam Sutta diatas maka pastinya segala Perbuatan-Perbuatan Jahat dan ataupun Ucapan-Ucapan Jahat tidak akan termanifestasi melalui Perbuatan dan Ucapan itu sendiri. Pikiran-pikiran buruk itu laksana "madu yang berkomposisikan Racun", kita merasa aman-aman saja tanpa masalah ketika melakukan Pikiran, Ucapan, Perbuatan buruk, namun setelah itu akan ada konsekuensi buruk juga yang akan diterima, itulah yang jarang orang ketahui secara bijaksana hingga detik ini. Semoga kita bisa mengendalikan pikiran ini dengan menjauhkan nya dari Kondisi-Kondisi jahat yang tidak bermanfaat.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
03 Oktober 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
