තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
SEPERTINYA SUDAH MENJADI KETETAPAN UMUM BAHWA PARA DEVATĀ AKAN BERKUMPUL BERSAMA DI SAAT HARI UPOSATHA
Dari pemahaman Penulis, dan berdasarkan studi kajian Buddhist Scholar secara umum, dinyatakan bahwa kitab Tipiṭaka pāḷi ini adalah kitab suci Agama Buddha yang paling bisa dipercaya ke otentikan nya di sepanjang Zaman, dan inilah seharusnya dan selayaknya menjadi "panduan" umat Buddha masa lalu, masa sekarang dan masa akan datang.
Menyambung pada postingan kemarin, terkait para Devatā yang memantau & melaporkan perbuatan manusia pada saat hari uposatha ini juga termaktum sekilas di dalam Sutta yang lain. Dan ini patut menjadi perhatian bagi kita semua bahwa hal ini bukan sekedar dongeng pengantar tidur, atau mitos-mitos kosong, akan tetapi seperti yang disampaikan diatas, Kitab Tipiṭaka pāḷi ini adalah sumber yang paling bisa dipercaya keOtentikannya, dan segala ajaran Buddha (Dhamma Sejati) itu didapatkan dari kitab Tipiṭaka pāḷi ini, maka selayaknya kita tidak boleh muncul keraguan sedikitpun terhadap segala sesuatu yang bersumber dari kitab Tipiṭaka pāḷi ini.
Sekarang, mari disimak kutipan Sutta berikut ini...
JANAVASABHASUTTA
.... ”Bhagavā, di masa lalu, telah lama yang lalu, pada hari Uposatha tanggal lima belas di awal musim hujan, pada malam purnama seluruh Tiga-Puluh-Tiga dewa (surga Tāvatiṃsa) duduk bersama di Aula Sudhamma — pertemuan besar para dewa, dan Empat Raja Dewa dari empat penjuru (Surga Cātummahārājika) hadir di sana. Ada Raja Dewa Dhataraṭṭha dari timur memimpin para pengikutnya, menghadap ke barat; Raja Dewa Virūḷhaka dari selatan … menghadap ke utara; Raja Dewa Virūpakkha dari barat … menghadap ke timur; dan Raja Dewa Vessavaṇa dari utara … menghadap ke selatan.
“Pada saat itu demikianlah urutan mereka duduk, dan setelah itu giliran kami duduk. Dan para dewa yang menjalani kehidupan suci di bawah Sang Bhagavā, baru-baru ini muncul di Alam Tiga-Puluh-Tiga, mengalahkan para dewa lainnya dalam hal kecemerlangan dan keagungan. Dan karena alasan itu Tiga-Puluh-Tiga dewa gembira dan bahagia, dipenuhi sukacita dan berkata: ‘ALAM PARA DEWA SEDANG TUMBUH BERKEMBANG, ALAM ASURA SEDANG MENGALAMI KEMUNDURAN!’
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Dīghanikāya, Mahāvagga, DN 18)
Sādhu...Sādhu...
Demikian kutipan Sutta diatas yang menceritakan mengenai berkumpulnya para Devatā di alam Surga Para Dewa di surga Tāvatiṃsa pada saat hari Uposatha. hal ini perlu disampaikan disini bahwa memang hal ini nyata terjadi bahkan di masa lampau hingga masa kini, para Devatā tetap menjalankan "rutinitas" nya tsb. Hanya karena masalah keterbatasan Pengetahuan yang lebih tinggi (abhiññā) maka kita tidak bisa memvalidasi hal ini secara langsung, tetapi kita pastinya memiliki Saddhā pada setiap Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama.
Namun terlepas urusan para Devatā yang memantau kita, patutlah kita untuk melaksanakan perbuatan bajik setiap saat dan menjauhi segala perbuatan buruk, apalagi di hari-hari uposatha sebagai murid Sang Guru Agung, patutlah kita menjalankan uposatha Aṭṭhaṅga Sīla sebagai bentuk praktik yang lebih tinggi dan sangat bermanfaat. Dengan melakukan begitu, maka berkemungkinan besar Aula Sudhamma di surga Tāvatiṃsa akan bergema sekali lagi dengan sorak-sorai para Devatā yang berbahagia (seperti Sutta diatas) setelah mengetahui para Kalyāṇamitta yang menjalankan uposatha, dan mereka tidak sabar lagi untuk kedatangan teman baru dalam alam Surga mereka, yaitu para Kalyāṇamitta sendiri.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
07 Oktober 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
