Ada Sebab-Sebab Ketika Seseorang Melakukan Pemberian Dana Menurut Sang Bhagava


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

ADA SEBAB-SEBAB KETIKA SESEORANG ITU MELAKUKAN PEMBERIAN (DĀNA) MENURUT SANG BHAGAVĀ
Kali ini juga masih akan dibahas topik seputaran Dāna dan sampai beberapa hari kedepan, karena pada momen-momen ini telah tiba masa setelah lewat masa Vassa yaitu tiba saatnya masa Kaṭhina, dikenal sebagai masa dimana umat Buddha mulai melakukan Saṅghadāna untuk menyokong kehidupan pertapaan para Bhikkhu.
Inilah kemudian momen yang paling berharga untuk menanam kebajikan dari melakukan perbuatan ber dāna, namun agar kualitas kebajikan dari aktifitas berdana itu adalah diusahakan murni benar secara ajaran Buddha Sāsana.
Dan dalam hal ini, Sang Bhagavā telah memberikan pengetahuan pada kita bahwa ternyata ada sebab-sebab yang mendahului tentang bagaimana seseorang kemudian akan melakukan suatu pemberian (Dāna), mari disimak dalam Sutta dibawah ini terlebih dahulu...

DĀNAVATTHUSUTTA
“Para bhikkhu, ada delapan landasan untuk memberi ini. Apakah delapan ini?
(1) Seseorang memberikan suatu pemberian karena keinginan.
(2) Seseorang memberikan suatu pemberian karena kebencian.
(3) Seseorang memberikan pemberian karena delusi.
(4) Seseorang memberikan pemberian karena takut.
(5) Seseorang memberikan pemberian, [dengan berpikir]: ‘Memberi telah dipraktikkan sebelumnya oleh ayahku dan leluhurku; aku tidak boleh meninggalkan kebiasaan keluarga yang sudah berlangsung sejak lama ini.’
(6) Seseorang memberikan pemberian, [dengan berpikir]: ‘Setelah memberikan pemberian ini, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, aku akan terlahir kembali di alam tujuan kelahiran yang baik, di alam surga.’
(7) Seseorang memberikan pemberian, [dengan berpikir]: ‘Ketika aku sedang memberikan pemberian ini pikiranku menjadi tenang, dan kegirangan dan kegembiraan muncul.’
(8) Seseorang memberikan pemberian dengan tujuan menghias pikiran, melengkapi pikiran. Ini adalah kedelapan landasan untuk memberi itu.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Aṭṭhakanipāta, Paṭhamapaṇṇāsaka, Dānavagga, AN 8.33)

Sādhu...Sādhu...
Demikian Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama dalam Sutta diatas yang menyebutkan prihal sebab-sebab seseorang berdana.
Kalyāṇamitta setelah mengetahui pengetahuan ini tentu selanjutnya memiliki pola pikir yang akan berbeda dibandingkan sebelumnya, karena tentu kita tidak ingin didasari sebab-sebab yang keliru dan salah ketika kita melakukan perbuatan kebajikan Dāna, yang dimana itu bisa mempengaruhi kualitas kebajikan kita sendiri apakah menjadi Superior ataupun Inferior.
Sama seperti yang telah disebutkan dalam postingan sebelumnya, bahwa Cetanā apapun itu yang muncul dan dipengaruhi Kilesa maka itu sudah pasti jelas salah dan keliru. Tujuan Sang Bhagavā memberikan pengetahuan ini kepada kita atas dasar agar kita mampu bijaksana memilah kondisi-kondisi yang bermanfaat ataupun yang tidak bermanfaat. Tentu saja kita seharusnya melakukan yang baik, benar, dan bermanfaat serta menjauhi yang salah, yang keliru, yang tidak bermanfaat, dengan begitu barulah praktik Dhamma apapun itu akan memiliki kemajuan pesat.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

09 Oktober 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka