තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
TERNYATA ADA "SESUATU" YANG SANG BHAGAVĀ SANGAT HORMATI DAN MULIAKAN
Di dalam Buddha Sāsana ini kita kenal yang namanya Tiratana yang adalah 3 Permata berharga paling mulia yaitu Buddha, Dhamma, dan Saṅgha. inilah 3 hal yang menjadi Objek paling di hormati di Buddha Sāsana.
Lalu terkadang manusia kembali berpikir apakah Sang Buddha yang Tertinggi ? Dan ada kah lagi yang beliau sangat hormati dan muliakan ?? Ini adalah pertanyaan yang sering dijumpai di sekitar kita, Dan pada akhirnya dari pertanyaan ini yang sudah sejak lama hadir di benak manusia ini sehingga terciptalah Kreatifitas berbagai "kepercayaan" ciptaan sendiri yang meng"Klaim" bahwa Sang Buddha memuliakan ini... Sang Buddha menghormati ini... atau bahkan Sang Buddha utusan entitas tertentu... yang maksudnya adalah Sang Buddha berada "dibawah" sesosok hal/entitas tertentu. Tentu itu adalah kepercayaan mereka, tetapi bukanlah Ajaran sejati dari Buddha Sāsana yang berlandaskan dari Tipiṭaka pāḷi yang paling otentik dan murni ini.
Lalu, jikalau begitu hal nya, maka sebenarnya adakah sesuatu yang Sang Bhagavā sangat muliakan dan tinggikan ???
Mari simak dalam Sutta berikut ini...
CAKKAVATTISUTTA
“Para bhikkhu, bahkan seorang raja pemutar-roda, seorang raja yang adil yang memerintah sesuai Dhamma, tidak memutar roda tanpa raja di atasnya.”
Ketika hal ini dikatakan, seorang bhikkhu tertentu berkata kepada Sang Bhagavā: “Tetapi, Bhante, siapakah raja di atas seorang raja pemutar-roda, seorang raja yang adil yang memerintah sesuai Dhamma?”
“Yaitu Dhamma, bhikkhu,” Sang Bhagavā berkata. “Di sini, bhikkhu, seorang raja pemutar-roda, seorang raja yang adil yang memerintah sesuai Dhamma, hanya mengandalkan Dhamma, menghormati, menghargai, dan memuliakan Dhamma, menjadikan Dhamma sebagai patokan, panji, dan otoritasnya, memberikan perlindungan, naungan, dan penjagaan yang selayaknya kepada para penduduk di wilayahnya. Kemudian, seorang raja pemutar-roda, seorang raja yang adil yang memerintah sesuai Dhamma, yang hanya mengandalkan Dhamma, yang menghormati, menghargai, dan memuliakan Dhamma, yang menjadikan Dhamma sebagai patokan, panji, dan otoritasnya, yang memberikan perlindungan, naungan, dan penjagaan yang selayaknya kepada para pengikut khattiya, bala tentara, para brahmana, dan para perumah tangga, para penduduk pemukiman dan desa, para petapa dan brahmana, dan binatang-binatang dan burung-burung. Setelah memberikan perlindungan, naungan, dan penjagaan yang selayaknya demikian kepada semua makhluk-makhluk ini, ia memutar roda hanya melalui Dhamma, sebuah roda yang tidak dapat diputar balik oleh manusia jahat mana pun juga.
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Tikanipāta, Paṭhamapaṇṇāsaka, Rathakāravagga, AN 3.14)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang sebenar-benarnya.
Ternyata sudah jelaslah kita bersama ketahui bahwa Dhamma lah yang paling Dijunjung, Dihormati, dan Dimuliakan oleh seorang Sammāsaṃbuddha, dan dengan pernyataan dari Sutta ini maka jelaslah bahwa TIADA LAGI HAL APAPUN ATAU ENTITAS APAPUN YANG PATUT DIPUJA, PALING TINGGI SELAIN DARI DHAMMA ITU SENDIRI BAGI SEORANG SAMMĀSAṂBUDDHA.
Mengapa Sang Buddha sangat meng'Agungkan Dhamma ?
Terlebih dahulu ketahuilah gelar "Sammāsaṃbuddha" itu yang berarti Seseorang yang telah mencapai Pencerahan dengan usaha sendiri dan mengajarkan Dhamma yang telah ditemukan Nya. Beliau dengan usaha Nya sendiri pada akhirnya menemukan Dhamma dan Karena melalui Dhamma inilah sehingga Beliau pada akhirnya dapat merealisasikan Nibbāna, terbebas sepenuhnya dari penderitaan di Saṃsāra yang berulang-ulang setelah mengetahui Dhamma ini yang adalah satu-satunya jalan yang membebaskan makhluk dari penderitaan. Maka dengan alasan ini jugalah pantaslah Sang Buddha sangat memuliakan Dhamma yang telah ditemukanNya.
Lalu apa tujuannya Sutta ini disampaikan dan dibahas sekarang ? Yaitu agar semata-mata Kalyāṇamitta menjadi mengetahui dengan sebenar-benarnya bahwa agar kemudian Pandangan Salah (Micchā Diṭṭhi) tidak menyelusup ke dalam bathin kita sendiri sebagai akibat mempercayai pandangan keliru yang selama ini beredar di sekitar kita. Jalan ke Nibbāna itu harus murni terbebas dari segala hal pandangan keliru, maka mulailah pelajari Ajaran Buddha Sāsana yang otentik bila ingin segera terbebas dari segala macam penderitaan ini.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
20 September 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
