Keserakahan Harus Disingkirkan Sebagai Syarat Mengakhiri Penderitaan Di Samsara


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

KESERAKAHAN (LŌBHA) HARUS DISINGKIRKAN SAMPAI AKAR-AKARNYA SEBAGAI SYARAT UNTUK DAPAT MENGAKHIRI PENDERITAAN BERKELANJUTAN DI SAṂSĀRA
Sebagaimana kita semua sudah ketahui bahwa ajaran di Buddha Sāsana ini memiliki 1 tujuan akhir termulia, yaitu Nibbāna. dan untuk mencapai hal itu bukanlah perkara mudah, namun juga bukanlah hal yang tidak mungkin! Karena Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama sendiri yang telah memberikan kepada kita Ajaran Nya yang mulia, yaitu Dhamma untuk kita pelajari, pahami, dan praktekkan hingga dapat merealisasi Nibbāna itu sendiri. Dan dalam rangka untuk merealisasi Tujuan Mulia itu, Sang Buddha mengajarkan kepada kita untuk meninggalkan dan menghancurkan kualitas-kualitas buruk dalam bathin yang disebut sebagai Pengotor Bathin (Kilesa), dan salah satunya adalah Keserakahan (Lōbha).
Karena Keserakahan inilah salah satu sebab utama Makhluk hidup terus melanglang-buana di Saṃsāra.
Mari simak Sabda Sang Bhagavā di dalam Sutta dibawah ini...

LOBHASUTTA
"Demikianlah yang diSabdakan oleh Sang Bhagavā, dikatakan oleh Sang Arahat, inilah yang aku dengar:
“Tinggalkan satu hal, para bhikkhu, dan Aku menjamin kalian tidak akan kembali. Apakah satu hal itu? Keserakahan adalah satu hal itu, para bhikkhu. Tinggalkan itu dan Aku menjamin kalian tidak akan kembali.”

Inilah arti dari Sabda Sang Bhagavā, Maka sehubungan dengan hal ini, dikatakan:
Makhluk yang mendambakan keserakahan
akan terlahir kembali di alam yang buruk.
Namun, setelah memahami keserakahan dengan benar,
mereka yang berwawasan meninggalkannya.
Dengan meninggalkannya, mereka tak akan pernah
kembali ke dunia ini lagi.

Inilah yang diSabdakan oleh Sang Bhagavā,, demikianlah yang kudengar.
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Khuddakanikāya, Itivuttaka, Ekakanipāta, Paṭhamavagga, Iti 1) 

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama.
Kita para makhluk sudah sangat menderita lahir-mati-lahir-mati tiada akhir itu karena disebabkan salah satu Kilesa ini, yaitu Keserakahan (Lōbha).
Semua Makhluk dilingkupi kualitas buruk ini, tidak ada yang tidak dilingkupi Kualitas Buruk ini kecuali ārahaṃta.
Bahkan bukti fakta nya adalah bayi manusia yang baru lahir keluar dari perut ibu nya, selalu menjerit menangis, ya tentu karena pengaruh Kilesa ini yang bekerja dalam bathin bayi tersebut, bayangkan saja, bayi yang merasa hangat di dalam perut, dan tiba-tiba keluar dari dalam perut dilahirkan ke dunia, kulit bayi yang sensitif bersentuhan dengan udara yang suhu nya lebih dingin dibanding suhu dalam perut, Maka si Bayi merasa tidak nyaman karena sudah (melekat) dengan Perut sang Ibu dan terjadi penolakan (kilesa dveṣa) terhadap keadaan yang berbeda akibat dilahirkan, maka manifestasi nya yaitu Menangis sebagai ekspresi ketidaksukaan itu.
Lihatlah, karena sudah melekat terhadap sesuatu hal, makhluk cenderung terus menginginkannya, itulah akibat kualitas keserakahan itu sendiri yang bekerja. Dan kita tahu segala hal itu tidaklah kekal, maka kemelekatan itu hanya akan menimbulkan penderitaan yang berkelanjutan. Orang yang bijaksana dan mempraktekkan ajaran Buddha Sāsana seharusnya tidak mengembang-biakkan kualitas-kualitas buruk seperti kilesa lōbha akan tetapi berusaha menghancurkannya demi merealisasi Tujuan luhur Nibbāna.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

11 September 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka