Bahkan Raja Cakkavatti Tidak Sebanding Dengan Seseorang Yang Memiliki Empat Hal Ini


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta 

BAHKAN SESEORANG YANG MEMILIKI KEKUASAAN ATAS BUMI DAN SEGALA ISINYA INI TAK SEBANDING (SELEVEL) DENGAN SESEORANG YANG SUDAH MEMILIKI 4 HAL INI
Ajaran dari Buddha Sāsana ini memiliki pemahaman yang sangat berbeda dibanding dengan Ajaran kepercayaan pada umumnya. Di ajaran ini tidak dijumpai satu atau dua doktrin yang sangat memuja atau men"dewakan" harta kekuasaan maupun kenikmatan duniawi apapun itu. Malah di Ajaran Buddha ini, dikatakan bahwa segala hal kekuasaan atas Dunia ini juga itu belum ada apa-apanya dan tidak juga hal yang sangat dipuji. Karena apa ?! Karena sejatinya kita mengetahui bahwa segala kenikmatan duniawi apapun itu tidak terlepas dari hukum Tilakkhaṇa yang menjangkau segala lini kehidupan manapun di alam Saṃsāra ini.
Dan Sang Bhagavā juga memberikan rincian kepada kita terkait hal apa yang lebih mulia dibandingkan kekuasaan atas dunia ini.
Mari disimak dalam Sutta dibawah berikut ini..

CAKKAVATTIRĀJASUTTA
.... “Para bhikkhu, walaupun seorang raja pemutar-roda, setelah menjalankan kekuasaan pemerintahan tertinggi atas empat benua, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, akan terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga, diiringi oleh para deva di alam Tāvatiṁsa, dan di sana di Taman Nandana, disertai dengan para bidadari surgawi, ia menikmati lima utas kenikmatan indria surgawi yang ia miliki, namun demikian, karena ia tidak memiliki empat hal, ia tidak terbebas dari neraka, alam binatang, dan alam setan, tidak terbebas dari alam sengsara, alam yang buruk, alam rendah. Walaupun, para bhikkhu, seorang siswa mulia bertahan hidup hanya dengan sesuap dana makanan dan mengenakan jubah potongan-kain, namun demikian, karena ia memiliki empat hal, ia terbebas dari neraka, alam binatang, dan alam setan, terbebas dari alam sengsara, alam yang buruk, alam rendah.

“APAKAH EMPAT INI? Di sini, para bhikkhu, siswa mulia memiliki keyakinan kuat pada Sang Buddha sebagai berikut: ‘Sang Bhagavā adalah seorang Arahant, tercerahkan sempurna, sempurna dalam pengetahuan sejati dan perilaku, sempurna menempuh Sang Jalan, pengenal dunia, pemimpin yang tiada taranya bagi orang-orang yang harus dijinakkan, guru para deva dan manusia, Yang Tercerahkan, Yang Suci.’

“Ia memiliki keyakinan kuat pada Dhamma sebagai berikut: ‘Dhamma telah dibabarkan dengan baik oleh Sang Bhagavā, terlihat langsung, segera, mengundang untuk datang dan melihat, dapat diterapkan, untuk dialami secara pribadi oleh para bijaksana.’

“Ia memiliki keyakinan kuat pada Saṅgha sebagai berikut: ‘Saṅgha para siswa Sang Bhagavā mempraktikkan jalan yang baik, mempraktikkan jalan yang lurus, mempraktikkan jalan sejati, mempraktikkan jalan yang selayaknya; yaitu, empat pasang orang, delapan jenis individu— Saṅgha para siswa Sang Bhagavā ini layak menerima pemberian, layak menerima keramahan, layak menerima persembahan, layak menerima penghormatan, lahan jasa yang tiada taranya di dunia.’

“Ia memiliki moralitas yang disenangi para mulia—tidak rusak, tidak robek, tanpa cacat, tanpa bercak, membebaskan, dipuji oleh para bijaksana, tidak digenggam, mengarah menuju konsentrasi.

“Ia memiliki empat hal ini. Dan, para bhikkhu, antara memiliki kekuasaan atas empat benua dan memiliki empat hal ini, memiliki kekuasaan atas empat benua TIDAK SEBANDING DENGAN SEPERENAMBELAS BAGIAN DARI MEMILIKI EMPAT HAL INI.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Mahāvaggasaṁyutta, Sotāpattisaṁyutta, Veḷudvāravagga, SN 55.1)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sutta tersebut dibabarkan oleh Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang mengandung kebenaran yang hakiki.
Dan sekarang, mengapa Dikatakan bahwa seseorang yang memiliki ke 4 kualitas yang telah dijelaskan di Sutta diatas itu kebahagiaan nya melebihi segala bentuk kebahagiaan dan kenikmatan duniawi dari menjadi seorang Raja penguasa dunia ini ??
Karena Kalyāṇamitta, seseorang yang sudah memiliki ke 4 kualitas diatas itu secara solid dan kokoh adalah seseorang yang sudah mencapai tataran kesucian Sotāpanna. dan artinya adalah seseorang yang sudah mencapai tataran Sotāpanna itu adalah makhluk yang sudah dipastikan akan mencapai Nibbāna paling tidak di ke 7 kelahiran berikutnya. Maka pantaslah kebahagiaan dari seseorang yang sudah mencapai tingkatan kesucian pertama ini melebihi segala kenikmatan duniawi apapun bahkan seorang raja dunia sekalipun sebab kita tahu bahwa segala kenikmatan duniawi apapun itu modelnya di 31 alam Saṃsāra ini Tidaklah kekal, mengandung Penderitaan dan Tiada inti diri. Dan poin pentingnya disini, bahwa Nibbāna adalah kondisi ultimate yang tak terjangkau oleh konsep duniawi apapun dan diluar lingkup Tilakkhaṇa, maka Sang Bhagavā menyebut bahwa inilah kondisi yang paling membahagiakan.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

10 September 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka