Keinginan Yang Tiada Habisnya Akan Menjadi Bahan Bakar Keberlanjutan Di Samsara


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

KEINGINAN-KEINGINAN YANG TIADA HABISNYA INI SECARA TIDAK DISADARI AKAN MENJADI "BAHAN BAKAR" KEBERLANJUTAN TERUS DI SAṂSĀRA
Semua Makhluk hidup memiliki keinginan-keinginan yang beragam macam modelnya. Tidak perlu disebutkan segala macam keinginan itu karena biasanya Makhluk Hidup sangat piawai dalam memilih Keinginan nya, terkhusus Manusia. Jika 1000 manusia dikumpulkan bersama, mereka dapat memiliki 1000 keinginan yang berbeda-beda juga, Bahkan bukan hanya satu keinginan di setiap manusia, bisa berkali-kali lipat keinginan itu hadir dari benak setiap manusia. Mengapa bisa begitu ? Karena Adalah sebuah "kewajaran" bagi makhluk Puthujjana untuk masih memiliki Keinginan (Taṇhā). Dan karena keinginan yang tiada habisnya itu, mereka setiap saat selalu diseret kesana-kemari oleh keinginan yang tiada habisnya itu. Itulah sejatinya kemelekatan.
Mari disimak Sabda Sang Bhagavā terkait penegasan hal ini...

TAṆHĀSUTTA
“Dengan apakah dunia diputar?
Dengan apakah dunia ini ditarik ke sana kemari?
Apakah satu hal yang segala sesuatu
Berada di bawah kendalinya?”

“Dunia diputar oleh ketagihan;
Dengan ketagihan dunia ini ditarik ke sana kemari.
Ketagihan adalah satu hal yang segala sesuatu
Berada di bawah kendalinya.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Sagāthāvaggasaṁyutta, Devatāsaṁyutta, Addhavagga, SN 1.63)

Sādhu...Sādhu...
Demikian Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama mengenai hal ini.
Dan ditegaskan sendiri oleh Beliau, bahwa Taṇhā inilah yang melingkupi segalanya di dunia ini, dalam konteks ini adalah terutama manusia.
Beruntung kita yang berada di Buddha Sāsana ini dapat mengetahui pengetahuan berupa Dhamma yang berharga ini dari Sang Bhagavā jadi setidaknya kita bisa menyadari bahwa Keinginan (Hasrat) itu adalah hal yang buruk. Sebagaimana dijelaskan sendiri oleh Sang Buddha, bahwa Taṇhā menurut Dhammacakkappavattana Sutta , SN 56.11, terbagi menjadi :

1. Kāma-taṇhā (keinginan akan kenikmatan indra),
2. Bhava-taṇhā (keinginan akan keberadaan),
3. Vibhava-taṇhā (keinginan akan ketiadaan).

Sekarang, kita semua tidak perlu munafik, cukup menyadari dan menerima saja, bahwa memang 3 kualitas buruk dari model Taṇhā diatas ini ada pada diri kita semua. Hadir pada diri kita pada saat tiada penyadaran (sati) atau perhatian penuh.
Seperti dikatakan diatas tadi, kita cukup beruntung mengetahui ini, daripada mayoritas manusia di bumi ini yang belum pernah mendengar mengenai Dhamma ini. Maka haruslah kita mengerti dan mulai berbenah diri, sebab Dhamma ini adalah kebenaran hakiki, jika kita tetap tidak mau berubah maka konsekuensinya adalah lautan penderitaan Saṃsāra tiada akhir. Kitalah sendiri yang menentukan pilihan kita sendiri, Saya (penulis) hanya menyampaikan yang patut disampaikan.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

12 September 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka