Kejahatan Ditimbulkan Dari Empat Penyebab Telah Disabdakan Oleh Sang Bhagava


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

KEJAHATAN ITU DITIMBULKAN DARI EMPAT PENYEBAB SEPERTI YANG TELAH DISABDAKAN OLEH SANG BHAGAVĀ
Sīla ini adalah hal yang paling fundamental untuk dilaksanakan oleh umat manusia. Karena dengan Sīla yang baik inilah baru Kedamaian dan Ketentraman dunia bisa tercapai. Dan jika dunia sudah bukan menjadi tempat yang damai ditinggali lagi, itu sudah pastilah karena timbulnya Kejahatan, dan akibat dari pengabaian Sīla dasar yaitu Pañcasīla. jadi ajaran di Buddha Sāsana ini mengartikan apabila Standard Moralitas (Sīla) dilanggar maka itu sudah termasuk kejahatan. Dan Sang Bhagavā juga sudah memberikan ajaran Nya langsung dengan penjelasan rinci dalam Tipiṭaka pāḷi ini mengenai asal-muasal maupun sebab penyebab segala sesuatu nya, termasuk Kejahatan yang Makhluk hidup lakukan itu ada dorongan penyebab nya sehingga bisa dilakukan.
Mari simak di dalam Sutta berikut ini...

SIṄGĀLASUTTA
.... ‘Perumah tangga muda, adalah dengan meninggalkan empat kekotoran perbuatan, dengan TIDAK MELAKUKAN KEJAHATAN DARI EMPAT PENYEBAB, dengan tidak mengikuti enam cara membuang-buang harta seseorang- dengan menghindari empat belas kejahatan ini—maka siswa Ariya mencakup enam arah, dan dengan praktik demikian menjadi seorang penakluk dari dua alam, sehingga semuanya akan berjalan lancar baginya baik di alam ini maupun di alam berikutnya, dan saat hancurnya jasmani, setelah kematian ia akan pergi ke alam bahagia, alam surga.

‘Apakah empat penyebab kejahatan yang harus ia hindari? Kejahatan yang muncul dari kemelekatan, muncul dari kebencian, muncul dari kebodohan, muncul dari ketakutan. Jika seorang siswa Ariya tidak bertindak karena kemelekatan, kebencian, kebodohan atau ketakutan, MAKA IA TIDAK AKAN MELAKUKAN KEJAHATAN YANG DISEBABKAN OLEH SALAH SATU DARI EMPAT PENYEBAB INI.’ Demikianlah Sang Bhagavā berkata.

Dan setelah Yang Sempurna menempuh Sang Jalan berbicara, Sang Guru menambahkan:
‘Keinginan dan kebencian, ketakutan dan kebodohan:
Ia yang melanggar hukum karena hal-hal ini,
Kehilangan reputasi baiknya
Seperti bulan pada paruh penyusutan.

Keinginan dan kebencian, ketakutan dan kebodohan,
Ia yang tidak pernah menyerah pada hal-hal ini,
Tumbuh dalam kebaikan dan reputasi
Seperti bulan pada paruh pengembangan.
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Dīghanikāya, Pāthikavagga, DN 31)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama di Sutta diatas.
Jadi berdasarkan Sutta diatas ini juga maka sudah dipahami, bahwa perbuatan Kejahatan yang adalah pelanggaran Sīla itu sendiri bisa dilakukan dengan 4 Penyebab ini yaitu melalui :
1. Kemelekatan
2. Kebencian
3. Ketakutan
4. Kebodohan
Dan memang sesuai dengan apa yang di Sabdakan oleh Sang Bhagavā dan kenyataan nya di realita memang begitulah bahwa kejahatan dapat ditimbulkan dari 4 hal ini. Penulis kira tidak perlu lagi untuk menjelaskan bagaimana suatu perbuatan jahat bisa ditimbulkan karena dorongan 4 hal ini.
Dan oleh karena itu, sebagai umat awam yang mempelajari Buddha Sāsana dan menjalankan praktik Dhamma sesuai Dhamma (Dhammānudhamma), patutlah kita pahami ini dan kemudian jadikan pengetahuan ini bagi kita agar semakin bijaksana dalam melakukan segala hal perbuatan dalam hidup kita, dan harus DIUSAHAKAN untuk selaras dalam nilai-nilai kebenaran Dhamma. Dengan begitu barulah bisa dikatakan kita sudah berjalan di jalan yang benar sesuai pengajaran dari Sang Bhagavā untuk menuju kepada pencapaian luhur Nibbāna.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

01 Oktober 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka