Tidak Percaya Hukum Kamma Dan Melakukan Perbuatan Buruk Adalah Bentuk Pandangan Salah


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta 

TIDAK MEMPERCAYAI ADANYA HUKUM KAMMA SEHINGGA MELAKUKAN SUATU PERBUATAN BURUK ADALAH BENTUK PANDANGAN SALAH YANG MENJADI CIKAL BAKAL KEBERLANJUTAN PENDERITAAN DI SAṂSĀRA
Video diatas adalah bentuk lebih panjang dari Video serupa yang sebelumnya pernah diposting (sekitar minggu lalu) di Channel Ajaran Buddha Sāsana ini juga. Karena Video yang beredar sebelumnya itu kurang lengkap awal mula kejadiannya.
Bagaimanapun, hal ini perlu ditekankan dan ditegaskan disini sebagai bentuk perbuatan buruk yang sangat tidak dianjurkan dilakukan bagi orang yang berada di Buddha Sāsana.
Dan tentunya orang di video ini bisa melakukan tindakan tersebut karena mungkin tidak meyakini adanya akibat dari kamma, tetapi pastinya wanita ini belum memahami kebenaran akan hukum Kamma sehingga bisa melakukan perbuatan buruk ini tanpa merasa bersalah.
Betapa pentingnya pemahaman akan adanya kebenaran tentang Hukum Kamma ini agar seseorang kemudian tidak bertindak hal-hal yang buruk di kehidupan nya yang akan menjadi sumber penderitaan nya terus menerus dalam mengarungi Saṃsāra ini. Banyak di sekitar kita yang tidak meyakini adanya Hukum Kamma ini sehingga bisa bertindak sesuka hati mereka, dan tentunya ini adalah PANDANGAN SALAH.
Sekarang mari disimak dalam Sutta berikut ini...

MAHĀCATTĀRĪSAKASUTTA
.... “Dan apakah, para bhikkhu, PANDANGAN SALAH? ‘Tidak ada yang diberikan, tidak ada yang dipersembahkan, tidak ada yang dikorbankan; TIDAK ADA BUAH ATAU AKIBAT DARI PERBUATAN BAIK DAN BURUK; tidak ada dunia ini, tidak ada dunia lain; tidak ada ibu, tidak ada ayah; tidak ada makhluk-makhluk yang terlahir kembali secara spontan; tidak ada para petapa dan brahmana yang baik dan mulia di dunia ini yang telah menembus oleh diri mereka sendiri dengan pengetahuan langsung dan menyatakan dunia ini dan dunia lain.’ Ini adalah PANDANGAN SALAH.

.... “Di sana, para bhikkhu, PANDANGAN BENAR muncul dalam urutan pertama. Dan bagaimanakah pandangan benar muncul dalam urutan pertama? Seseorang memahami PERBUATAN SALAH SEBAGAI PERBUATAN SALAH dan PERBUATAN BENAR SEBAGAI PERBUATAN BENAR: ini adalah pandangan benar seseorang.

“Dan apakah, para bhikkhu, perbuatan salah? MEMBUNUH MAKHLUK-MAKHLUK HIDUP, MENGAMBIL APA YANG TIDAK DIBERIKAN, DAN PERILAKU SALAH DALAM KENIKMATAN INDRIA: ini adalah perbuatan salah.
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Majjhimanikāya, Uparipaṇṇāsa, Anupadavagga, MN 117)

Sādhu...Sādhu...
Demikian telah diSabdakan dengan sebenar-benarnya oleh Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama.
Sekilas info, untuk mengenai penjelasan Video terkait diatas dapat dicari di Channel ajaran Buddha Sāsana. (tinggal di scroll ke atas).
Karena yang akan dibahas disini, adalah mengenai pentingnya keyakinan terhadap Hukum Kamma sehingga orang tidak melakukan hal yang buruk seperti dalam video diatas.
Kalyāṇamitta, kita semua ini telah mengarungi lautan Saṃsāra ini dengan waktu yang begitu banyak tak terhitung lagi, dan kini kita disini saat ini telah mengenal ajaran Buddha Sāsana yang luhur ini, mengetahui mengenai kebenaran Hukum Kamma ini sebagaimana adanya, maka wajiblah kita kemudian betul-betul meyakini dan melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai agar TIDAK MERUGIKAN diri kita sendiri.
Karena di sepanjang Saṃsāra yang telah kita lalui, pastinya didominasi oleh kepercayaan pada PANDANGAN SALAH sehingga berakibat kita masih tetap eksis saat ini.
Maka orang yang bijaksana mengambil momentum saat ini, ketika sudah mengenal Ajaran Buddha Sāsana lalu mengetahui apa yang baik dan buruk, maka kita kemudian haruslah praktek dengan benar agar kita dapat lepas dari lautan penderitaan ini. Janganlah lagi korbankan kehidupan saat ini dengan sia-sia karena meyakini PANDANGAN SALAH, karena kita sudah berulang kali meyakini PANDANGAN SALAH di sepanjang Saṃsāra dan hal ini sangat merugikan kita, karena penderitaan ini sangatlah nyata dan menyedihkan.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

24 Agustus 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka