Pikiran Adalah Sumber Segala Sesuatunya Baik Itu Kebahagiaan Maupun Penderitaan


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

PIKIRAN ADALAH SUMBER SEGALA SESUATUNYA BAIK ITU KEBAHAGIAAN MAUPUN PENDERITAAN
Seperti yang lalu-lalu telah dijelaskan, bahwa Pikiran ini adalah Pelopor dari segala sesuatunya, tidak ada perbuatan yang muncul dan akan muncul tanpa melalui pikiran terlebih dahulu. Maka oleh karena itu, Orang yang bijaksana akan memahami ini, pentingnya untuk melatih pikiran ini pada kualitas-kualitas pikiran yang bajik dan bermanfaat serta meninggalkan kualitas-kualitas pikiran yang buruk dan tidak bermanfaat. Pikiran ini bersifat liar dan tidak terkendali, maka Sang Bhagavā menyatakan bahwa pemusatan pikiran adalah mutlak diperlukan untuk mengendalikan pikiran yang liar ini.
Sekarang mari simak penegasan dari Sang Buddha terkait melatih Pikiran ini...

AKAMMANIYAVAGGA
“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang, ketika tidak terkembang dan tidak terlatih, maka mengarah pada bahaya besar selain daripada pikiran. Pikiran, ketika tidak terkembang dan tidak terlatih mengarah pada bahaya besar.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang, ketika terkembang dan terlatih, maka mengarah pada manfaat besar selain daripada pikiran. Pikiran, ketika terkembang dan terlatih mengarah pada manfaat besar.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang, ketika tidak terkembang dan tidak terlatih, maka membawa penderitaan selain daripada pikiran. Pikiran, ketika tidak terkembang dan tidak terlatih, membawa penderitaan.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang, ketika terkembang dan terlatih, maka membawa kebahagiaan selain daripada pikiran. Pikiran, ketika terkembang dan terlatih, membawa kebahagiaan.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Ekakanipāta, Akammaniyavagga, AN 1.27–30)

Sādhu...Sādhu...
Demikian Sabda pendek Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama terkait pada melatih pikiran ini.
Kalyāṇamitta kita tidak boleh serta merta menganggap bahwa Pikiran ini tidak penting untuk dilatih dan dikendalikan, bila selama ini terdapat pandangan keliru ini pada kita bahwa Pikiran ini tidak penting untuk dilatih dan dikendalikan, maka segera ubah Pandangan Salah itu. Jika pikiran ini tidak perlu dilatih dan tidak perlu dikendalikan maka Sang Bhagavā tidak perlu mengajarkan Dhamma selama 45 tahun di dunia. Tetapi buktinya, Pikiran ini sebegitu pentingnya sampai masuk pada faktor di Jalan Mulia Berunsur 8.
Kalyāṇamitta harus mampu memahami ini dengan baik, kita lah yang mampu untuk mengendalikan dan melatih pikiran ini, karena tiada satupun yang akan membawa kepada penderitaan selain bermula dan bersumber dari pikiran, dan tiada satupun yang akan membawa kepada kebahagiaan selain bermula dan bersumber dari pikiran.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

27 Agustus 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka