Momen Asalha: Dhamma Sejati Yang Dibabarkan Sang Buddha Mampu Membawa Menuju Nibbana


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta 

(MOMEN ĀSĀḶHA bag.2) DHAMMA SEJATI YANG TELAH DIBABARKAN SANG BUDDHA INI LAH SATU-SATUNYA PENGETAHUAN YANG MAMPU MEMBAWA MENUJU NIBBĀNA
Pada waktu belakangan ini seperti hari ini dan momen nya yang tepat jatuh pada bulan purnama di bulan ini, rata-rata masyarakat Buddhis akan memperingati momen Āsāḷha dimana momen ini untuk mengingat kembali pada kejadian 2600 tahun lalu dimana Sang Buddha akhirnya memutuskan untuk mengajarkan Dhamma, membabarkan Khotbah Dhamma pertama kali di Taman Rusa isipatana kepada 5 orang petapa (Pañcavaggiyā).
Momen ini sangat penting di dalam Buddhis sebab momen ini adalah awal dimana Dhamma yang telah lama hilang akhirnya ditemukan kembali dan DIAJARKAN pada makluk hidup atas dasar welas asih Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama.
Tanpa Dhamma ini, maka kita semua dipastikan akan tetap "buta" di siklus penderitaan tiada akhir ini, mengarungi lautan Saṃsāra bagaikan orang buta yang tersesat di jalan. Karena Dhamma inilah ajaran yang SATU-SATU nya mampu membawa makhluk hidup untuk keluar dari lingkaran penderitaan Saṃsāra ini bila dipraktikkan.
Bagaimanakah bunyi Dhamma yang dibabarkan oleh Sang Bhagavā itu ??
Mari disimak dalam sutta ini...

DHAMMACAKKAPPAVATTANASUTTA
.... “Sekarang, para bhikkhu, inilah kebenaran mulia tentang PENDERITAAN: kelahiran adalah penderitaan, penuaan adalah penderitaan, penyakit adalah penderitaan, kematian adalah penderitaan; bersatu dengan apa yang tidak menyenangkan adalah penderitaan; berpisah dari apa yang menyenangkan adalah penderitaan; tidak mendapatkan apa yang diinginkan adalah penderitaan; singkatnya, kelima kelompok unsur kehidupan yang terikat adalah penderitaan.

Sekarang, para bhikkhu, inilah kebenaran mulia TENTANG ASAL MULA PENDERITAAN: yaitu keinginan inilah yang mengarah pada keberadaan baru, yang disertai oleh kesenangan dan nafsu, mencari kesenangan di sana-sini; yaitu, keinginan pada kenikmatan indria, keinginan pada keberadaan, keinginan pada pemusnahan.

Sekarang, para bhikkhu, inilah kebenaran mulia TENTANG LENYAPNYA PENDERITAAN: adalah peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya keinginan yang sama itu, meninggalkan dan melepaskannya, kebebasan darinya, tidak bergantung padanya.

Sekarang, para bhikkhu, inilah kebenaran mulia TENTANG JALAN MENUJU LENYAPNYA PENDERITAAN: inilah Jalan Mulia Berunsur Delapan; yaitu : Pandangan benar, Pikiran Benar, Ucapan Benar, Perbuatan Benar, Penghidupan Benar, Usaha Benar, Perhatian Benar, konsentrasi benar.
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Mahāvaggasaṁyutta, Saccasaṁyutta, Dhammacakkappavattanavagga, SN 56.11)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Isi ringkasan bagian Penting dari Sutta Pembabaran Dhamma pertama kali oleh Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama.
Kalyāṇamitta, inilah kemudian menjadi Ajaran paling dasar, yang menjadi doktrin paling UTAMA yang WAJIB DIKETAHUI oleh Manusia yang mengaku beragama Buddha. Dhamma ini telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, Dhamma yang teramat berharga melebihi segala permata paling berharga apapun di dunia, karena mampu membawa makhluk hidup menuju kepada akhir penderitaan (Nibbāna).
Ketahuilah ini Kalyāṇamitta, bahwa sesungguhnya TIADA AJARAN DI LUAR BUDDHA SĀSANA YANG MENGAJARKAN DHAMMA YANG SAMA PERSIS SEPERTI INI. jadi logika nya adalah jika tidak ada ajaran Dhamma seperti ini di Ajaran-Ajaran lain nya, maka akankah terdapat KEBAHAGIAAN KEKAL seperti yang dijanjikan di aliran kepercayaan itu ???! Singkatnya dan kesimpulannya, HANYA DI BUDDHA SĀSANA dengan Dhamma Sejati ini lah yang MAMPU MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN SEJATI, yaitu meninggalkan segala alam lingkup Saṃsāra apapun dengan segala sorga nya yang memiliki kebahagiaan semu dan SEMENTARA, dengan tercapainya NIBBĀNA.

"Nibbānaṃ paramaṃ sukhaṃ."
"Nibbana adalah kebahagiaan tertinggi."
[Sang Buddha Gotama] (Dhp 204)

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

10 Juli 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka