තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
BUDDHA SĀSANA INI BERTUJUAN UTAMA UNTUK MENGAKHIRI KELAHIRAN DI ALAM MANAPUN DI SAṂSĀRA, BUKAN BERFOKUS PADA KELAHIRAN DI SORGA
Sebagaimana para Kalyāṇamitta pahami, bahwa Ajaran Buddha ini dalam doktrin nya, tidak berfokus mengajarkan untuk kelahiran kembali di alam-alam tertentu dalam siklus alam-alam kehidupan di Saṃsāra, karena bagaimanapun kondisi nya, alam-alam tersebut tidak akan luput dari penderitaan dan KETIDAKKEKALAN.
Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama, mengajarakan kepada kita para makhluk hidup sebuah jalan untuk mengakhiri siklus penderitaan akibat perputaran roda Saṃsāra tiada akhir ini, teramat beruntunglah kita, karena muncul seorang Sammāsaṃbuddha_ di dunia ini dan kita bahkan mengenali dan menjalankan ajarannya, sebab hanya SATU-SATUNYA di ajaran Buddha Sāsana inilah ditemukan jalan menuju berakhirnya penderitaan akibat kelahiran berulang di Saṃsāra yaitu dengan mencapai Nibbāna.
Oleh karena itu sebenarnya Nibbāna lah Tujuan kita, bukan alam-alam sorga dan sejenisnya.
Sekarang mari disimak Sabda Sang Bhagavā secara tegas mengenai hal ini...
BHAVASUTTA
“Para bhikkhu, ada tiga macam Penjelmaan (Kelahiran). Apakah tiga itu? Kehidupan di alam indra (Kāma-Loka), kehidupan di alam bentuk (Rūpa-Loka), kehidupan di alam tanpa bentuk (Arūpa-Loka). Ini adalah ketiga jenis penjelmaan (kelahiran) itu. Jalan Mulia Berunsur Delapan harus dikembangkan untuk memperoleh pengetahuan langsung tentang ketiga macam Penjelmaan kehidupan ini, untuk memahaminya sepenuhnya, untuk menghancurkannya sepenuhnya, untuk meninggalkannya.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Samyuttanikāya, Mahāvaggasaṁyutta, Maggasaṁyutta, Esanāvagga, SN 45.164)
Sādhu...Sādhu...
Jadi dengan Sabda Sang Bhagavā ini maka sudah jelaslah bahwa, Kita diajarkan oleh sang Bhagavā untuk tidak terikat untuk terlahir kembali di alam-alam Sorga manapun.
Dijelaskan oleh Beliau sendiri di Sutta diatas ada 3 model alam kehidupan yang masih bisa kita "datangi" di kehidupan selanjutnya, dengan ringkasan sbb :
1. Kāma-Loka memiliki total 11 alam (alam surga di lingkup ini memiliki 6 alam, sisanya alam manusia dan 4 alam menderita),
2. Rūpa-Loka memiliki total 16 alam (alam surga yang bisa dicapai disini adalah 11 alam, karena 5 alam Surga lainnya hanya khusus untuk Anāgāmi),
3. Arūpa-Loka memiliki total 4 alam Surga.
Yang kita bicarakan sekarang dalam konteks ini adalah Alam Surga. Karena ini yang menjadi Concern "kebanyakan orang". kebanyakan dari kita lebih condong untuk terlahir kembali di Surga lingkup Kāma-Loka, karena untuk mencapai Surga diatas Kāma-Loka itu perlu meditasi dengan pencapaian konsentrasi Jhāna, tidak gampang dicapai (namun di sepanjang Saṃsāra kehidupan lampau pasti kita pernah memasuki semua alam surga tsb).
Sekarang pertanyaannya : Jikalau kita sudah pernah di kehidupan lampau kita dulu selalu keluar-masuk-keluar-masuk Alam Surga itu beberapa kali, berulang-ulang.. TIDAK KAH KITA JENUH ?? BOSAN ?? MUAK ???! Lalu buat apa lagi kita mengejar Surga itu mati-matian saat kita hidup sekarang ?? Yang sudah pasti itu TIDAKLAH KEKAL!
Maka disinilah kita kembali merefleksikan diri kita para Kalyāṇamitta, bahwa janganlah kita mengejar Surga fana itu, tapi kejarlah dan raihlah Nibbāna, kualitas kebahagiaan Nibbāna itu tak dapat dibandingkan dengan alam surga manapun bahkan secuil saja!
Maka penulis tegaskan disini berhubung banyak dari para Kalyāṇamitta yang "disesatkan" dengan tawaran kepercayaan yang meng"iming-imingi" Surga, padahal jika sudah mempercayai kepercayaan tsb, maka sama saja dengan "membuang permata dan mengganti nya dengan kotoran", dalam makna sebagai berikut :
Membuang kesempatan berharga untuk praktik Dhamma yang membawa pada Nibbāna dan malah mengejar surga TIDAK KEKAL yang akan menjerumuskan kita sekali lagi ke lautan Saṃsāra tiada akhir lagi. PAHAMILAH INI!
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
08 Juli 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
