Taṇhāmūlaka (Kondisi dari Nafsu Keinginan)

Berikut ini kondisi-kondisi yang muncul berakar dari Nafsu Keinginan (Taṇhā), sesuai yang dibabarkan oleh Sang Buddha dan juga gambaran proses psikologis dalam batin, serta analisa sederhana jika dilihat dari formasi mental secara Abhidhamma.

Taṇhāmūlaka Sutta (AN 9.23)
“Aku akan mengajarkan kepada kalian, para bhikkhu, sembilan hal yang berakar pada ketagihan. Dengarkan dan perhatikanlah. Aku akan berbicara.”
“Baik, Bhante,” para bhikkhu itu menjawab. Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:
“Dan apakah sembilan hal yang berakar pada ketagihan? 
(1) Dengan bergantung pada ketagihan maka ada pencarian.
(2) Dengan bergantung pada pencarian maka ada perolehan. 
(3) Dengan bergantung pada perolehan maka ada pertimbangan. 
(4) Dengan bergantung pada pertimbangan maka ada keinginan dan nafsu. 
(5) Dengan bergantung pada keinginan dan nafsu maka ada kemelekatan. 
(6) Dengan bergantung pada kemelekatan maka ada kepemilikan. 
(7) Dengan bergantung pada kepemilikan maka ada kekikiran. 
(8) Dengan bergantung pada kekikiran maka ada penjagaan. 
(9) Dengan penjagaan sebagai landasan maka dimulailah pengambilan tongkat pemukul dan senjata, pertengkaran, pertikaian, dan perselisihan, penuduhan, ucapan memecah-belah, dan kebohongan, dan banyak hal-hal buruk yang tidak bermanfaat lainnya. Ini adalah sembilan hal yang berakar pada ketagihan.”

Analisis Proses Batin dan Abhidhamma
Setiap proses batin ini mengikat kita dalam kemelekatan dalam objek-objek duniawi. Dengan mengamati secara apa adanya, abhidhamma dapat memecah formasi mental yang terjadi.