ARTI
Ariya = mulia. Puggala = makhluk atau individu.
PENGERTIAN
Individu mulia, yaitu makhluk yang telah menembus Kebenaran Mulia (cattari ariya-saccani) secara langsung, bukan sekadar memahami lewat konsep. Penembusan ini terjadi melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan (ariya atthangika magga) yang telah berbuah.
DASAR PENENTUAN
Seseorang disebut ariya bukan karena jubah, status, pengetahuan kitab, atau khotbah, melainkan karena:
- Telah muncul kesadaran jalan (magga-citta)
- Diikuti kesadaran buah (phala-citta)
- Yang memotong belenggu batin (samyojana) sesuai tingkatannya
TINGKAT KESUCIAN
Dalam Sutta dan Abhidhamma, Ariya Puggala dibagi menjadi empat tingkat, masing-masing dengan magga dan phala, sehingga sering disebut empat pasang atau delapan individu (cattari purisa-yugani, attha purisa-puggala).
Sotapanna – Pemasuk Arus
- Sudah padam 3 belenggu
- Tidak mungkin jatuh ke alam rendah
- Maksimal 7 kelahiran lagi
- Keyakinan pada Tiratana tak tergoyahkan
- Secara alami tidak akan melanggar Pancasila
Sakadagami – Kembali Sekali
- Sudah padam 3 belenggu
- Melemahkan 2 belenggu lagi
- Akan lahir maksimal satu kali lagi di alam indria
- Keserakahan dan kebencian masih muncul, tetapi lemah dan jarang
Anagami – Tidak Kembali
- Sudah padam 5 belenggu
- Tidak akan lahir lagi di alam indria
- Terlahir di alam Brahma Suddhavasa
- Nafsu seksual dan kebencian lenyap total
- Masih ada kehalusan kemelekatan batin
Arahatta – Yang Suci Sempurna
- Sudah padam 10 belenggu
- Tidak ada kelahiran kembali
- Semua kilesa telah padam total
- Hidup hanya sebagai sisa khandha
- Setelah parinibbana, tidak dapat ditunjuk sebagai ada atau tidak ada