තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
SESEORANG YANG TIDAK MEMILIKI KEYAKINAN DAN SUDAH TERLALU MELEKAT PADA KEYAKINAN MICCHĀDIṬṬHI ITU CENDERUNG AKAN MENOLAK AJARAN BUDDHA SĀSANA
Hal ini kembali dikatakan dalam konteks kali ini, bahwa betapa berbahaya nya jika suatu keyakinan salah atau pandangan salah itu dianut oleh seseorang, rasanya seperti "terikat" dan susah untuk melepaskan diri dari "ikatan" Pandangan Salah itu, dan Fakta ini adalah nyata dan bisa kita temui disekitar kita saat ini. Pandangan Micchādiṭṭhi itu seperti jeratan maut yang akan terus-menerus menyeret seseorang agar tetap berada didalam "koridor" Saṃsāra, dan seseorang tidak akan mungkin menemukan jalan keluar dari Saṃsāra ini selama seseorang tersebut belum menganut dan menembus Ajaran Dhamma Sejati. Terkadang saya atau Kalyāṇamitta mungkin pernah mencoba menjelaskan terkait Pandangan Benar kepada penganut Micchādiṭṭhi ini, demi kebaikan mereka sendiri, namun alih-alih mau memahami atau mendengar, rata-rata orang ini langsung menolak dengan berbagai pandangan persepsi khas ajaran Micchādiṭṭhi mereka dan timbul kilesa di bathin mereka karena penolakan itu sebagai akibat "membela" ajaran Micchādiṭṭhi nya. Itu adalah hal lumrah! Dan bahkan telah dijelaskan oleh Sang Bhagavā sendiri dalam Sutta dibawah berikut ini...
DUKKATHĀSUTTA
“Dan mengapakah, para bhikkhu, sebuah khotbah tentang keyakinan disampaikan secara keliru kepada seorang yang hampa dari keyakinan? Ketika sebuah khotbah tentang keyakinan sedang dibabarkan, seseorang yang hampa dari keyakinan menjadi kehilangan kesabaran dan menjadi jengkel, melawan, dan keras kepala; ia memperlihatkan kemarahan, kebencian, dan kekesalan. Karena alasan apakah? Karena ia tidak melihat keyakinan itu di dalam dirinya dan tidak memperoleh sukacita dan kegembiraan dengan berdasarkan padanya. Oleh karena itu sebuah khotbah tentang keyakinan disampaikan secara keliru kepada seorang yang hampa dari keyakinan."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Pañcakanipāta, Catutthapaṇṇāsaka, Saddhammavagga, AN 5.157)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang disampaikan sebagaimana adanya, agar kita para Kalyāṇamitta dapat merefleksikan ini. Dhamma Ajaran Buddha Sāsana ini adalah Kebenaran yang tidak dapat terbantahkan mau Bagaimanapun ceritanya jika Dhamma ini ditolak, dicemooh, diejek, dlsb, tetapi sifat Kebenaran dari Dhamma ini selalu memiliki rasa yang sama dan tidak akan bergeming dengan hal pengotor apapun itu. Diibaratkan seperti Bumi ini yang setiap saat kita pijak, tempat membuang semua hajat kotoran, namun Bumi ini tetap tak bergeming dan tetap dalam posisi nya untuk menopang segala hal diatasnya. Demikianlah juga Dhamma ini meskipun mau ditolak bagaimanapun, Dhamma ini akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Inilah yang selalu saya (penulis) selalu sampaikan disini yaitu Dhamma Sejati yang bertujuan untuk meningkatkan keyakinan (Saddhā) kita semua terhadap ajaran Buddha Sāsana ini, agar kemudian tidak mudah goyah dengan godaan Pandangan Salah diluar sana yang setiap saat ingin menambah umat. Sudah saya sampaikan berulang kali bahwa Pandangan Benar adalah syarat mutlak yang diperlukan untuk seseorang dapat keluar dari siklus Saṃsāra.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
29 Desember 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
