තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
TIDAK BOLEH ADA SIFAT KESOMBONGAN BAGI SESEORANG YANG BERLATIH DI JALAN DHAMMA SEJATI
Sebuah sifat yang Sombong, akan sampai kapanpun adalah sebuah sifat yang tidak bagus bagi seorang manusia. Seharusnya ini diajarkan di Ajaran Kepercayaan manapun, bahwa Sombong adalah sifat yang patut dijauhi, namun di dalam ajaran Buddha Sāsana hal ini dibahas menjadi lebih detail dan terperinci.
Bahwa seorang manusia bukan saja tidak boleh menganggap dirinya lebih tinggi daripada orang lain, bahkan tidak boleh menganggap diri nya setara dengan orang lain, atau terlebih lagi menganggap dirinya lebih rendah dari orang lain. Hal ini perlu dipahami oleh kita, yang mendalami praktek Dhamma demi tujuan luhur ini, agar kemudian kita harus meninggalkan sifat-sifat buruk ini, mari disimak dalam Sutta sabda Sang Bhagavā berikut ini...
VIDHĀSUTTA
“Para bhikkhu, ada tiga pembedaan ini. Apakah tiga ini? Pembedaan ‘aku lebih tinggi,’ pembedaan ‘aku sama,’ pembedaan ‘aku lebih rendah.’ Ini adalah ketiga pembedaan itu. Jalan Mulia Berunsur Delapan harus dikembangkan demi pengetahuan langsung pada ketiga pembedaan itu, untuk memahaminya sepenuhnya, demi kehancurannya sepenuhnya, untuk meninggalkannya."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Mahāvaggasaṁyutta, Maggasaṁyutta, Esanāvagga, SN 45.162)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama dalam Sutta diatas yang bermakna kebenaran dari Dhamma.
Sekarang Kalyāṇamitta, berdasarkan Sutta diatas tentu saja sudah jelas bahwa segala sifat-sifat yang sengaja membandingkan diri ini dengan diri orang lain adalah sifat yang patut dihindari di ajaran Buddha Sāsana. karena sifat ini termasuk mengembangkan kemelekatan terhadap diri ini sendiri, terkait pada adanya eksistensi "diri" ini, yang bila dimanifestasikan maka akan menjadi penyakit kesombongan berlarut-larut. Bahkan untuk sikap merendahkan diri saja sudah tidak bagus untuk dilakukan, sebab setiap orang tentu memiliki kapasitas diri nya masing-masing, jadi tidak perlu lah untuk merendahkan diri. Cukup hidup dengan normal sebagaimana adanya, berfokus dan mengembangkan perhatian penuh terhadap diri ini. Itulah baru dapat dikatakan berlatih Dhamma sesungguhnya.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
28 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
