තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
DENGAN PAÑÑĀ (KEBIJAKSANAAN) UNTUK MELIHAT REALITAS HAKIKI INI SEBAGAIMANA ADANYA
Kebanyakan dari kita yang sudah terlena dengan segala hal duniawi ini dalam keseharian, dan dengan segala godaan melalui pintu indera ini setiap saat dan ditambah dengan kehadiran kilesa dalam bathin yaitu Lōbha, dveṣa, mōha
maka akan semakin mengaburkan Kebenaran Sejati mengenai realitas hakiki. Yang dimana Sang Bhagavā menegaskan bahwa penembusan Realitas Hakiki ini diperlukan agar dapat memahami sebagaimana adanya dan akhirnya tidak terjatuh ke lubang penderitaan lagi. Hal ini sangatlah fundamental, sebab Realitas Hakiki ini yaitu Anicca, Dukkha, Anattā dewasa ini semakin sulit untuk dipahami, dan kita bukan berkata soal sampai pada tahapan terdalam yaitu penembusan di dalam bathin, bahkan untuk melihat 3 corak umum ini saja dengan pemahaman konseptual saat ini, sangat susah dilakukan/dipahami rata-rata manusia, karena apa ? Seperti yang telah dijelaskan diatas tadi diatas. Maka oleh karena itu dalam menekankan akan pentingnya hal ini, mari simak Sabda Sang Bhagavā dalam Sutta berikut ini...
VIPALLĀSASUTTA
..... “Ada, para bhikkhu, empat bukan-pembalikan persepsi, bukan-pembalikan pikiran, dan bukan-pembalikan pandangan. Apakah empat ini?
(1) Bukan-pembalikan persepsi, bukan-pembalikan pikiran, dan bukan-pembalikan pandangan yang menganggap apa yang tidak kekal sebagai tidak kekal;
(2) bukan-pembalikan persepsi, bukan-pembalikan pikiran, dan bukan-pembalikan pandangan yang menganggap apa yang merupakan penderitaan sebagai penderitaan;
(3) bukan-pembalikan persepsi, bukan-pembalikan pikiran, dan bukan-pembalikan pandangan yang menganggap apa yang bukan-diri sebagai bukan-diri;
(4) bukan-pembalikan persepsi, bukan-pembalikan pikiran, dan bukan-pembalikan pandangan yang menganggap apa yang tidak menarik sebagai tidak menarik.
Ini adalah keempat bukan-pembalikan persepsi, bukan-pembalikan pikiran, dan bukan-pembalikan pandangan itu.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Catukkanipāta, Paṭhamapaṇṇāsaka, Rohitassavagga, AN 4.49)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama dalam Sutta diatas untuk dipahami bersama. Bahwa ditegaskan oleh Beliau, Pandangan mengenai Tilakkhaṇa ini tidak dapat dibelokkan, dibalikkan, atau dikucilkan, karena Dhamma ini adalah Kebenaran Hakiki yang berlaku kapanpun dan dimanapun terhadap siapapun atau apapun itu. Dan satu-satunya jalan untuk memahami segala sesuatu sumber mula penderitaan ini yaitu haruslah mampu untuk mengerti, memahami, dan menembus untuk diri sendiri pemahaman dari Realitas Hakiki ini. Tentu kita tidak akan mampu untuk menembus ini sampai kapanpun jika kita dalam keseharian kita masih mengganggap bahwa segala sesuatu itu atau ada sesuatu yang kekal di luar sana, dan atau menganggap bahwa "hidup ini penuh dengan kebahagiaan", dan pandangan yang mengganggap bahwa "aku" ini eksis, "aku" ini nyata, "aku" harus begini, begitu, ingin ini, ingin itu, dsb, serta pandangan yang menganggap bahwa diluar sana rata-rata hal adalah sangat indah, menarik, cantik,. Kesimpulannya, jika pandangan seperti ini tetap dipelihara dalam bathin, maka sampai kapanpun juga seseorang tak akan mampu melepaskan diri dari penderitaan.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
25 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
