Saddha Terhadap Tiratana Adalah Hal Yang Mutlak Untuk Pencapaian Luhur Nibbana


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

SADDHĀ TERHADAP TIRATANA ADALAH HAL YANG MUTLAK UNTUK PENCAPAIAN LUHUR NIBBĀNA
Pernah Penulis membaca atau mendengar seseorang Bhikkhu ataupun membaca dari Buku/Literatur Dhamma karangan seseorang ataupun semacam quote dari seorang Kalyāṇamitta, dikatakan bahwa : untuk menjadi seorang "Buddhis" maka tidak perlu pindah KTP atau berpindah agama secara resmi. Secara sederhana (simplenya) memang tampak oke-oke saja, (untuk menghindari masalah administrasi yang ribet dan atau menghindari hal-hal lainnya), namun perlu lah juga dikatakan bahwa jika betul-betul serius ingin mengakhiri penderitaan dan mencapai Nibbāna maka harus betul-betul memiliki Saddhā pada Tiratana.
Dan disini perlu ditekankan, bahwa mengenai Keyakinan (Saddhā) adalah tidak bisa dikompromi lagi, artinya bahwa Saddhā ini hanya ada tertuju pada  Buddha, Dhamma, dan Saṅgha (Tiratana) bukan kepada entitas-entitas di kepercayaan lain nya. Dan keyakinan ini haruslah 100% bukan ditambah dengan keragu-raguan terhadap Tiratana. karena apa ? Karena adalah hal yang sia-sia jika seorang "Buddhis" tapi tidak memiliki Saddhā pada Tiratana maka untuk apa menjadi Buddhis ?? Karena tanpa Saddha pada Tiratana adalah mustahil untuk menggapai Nibbāna.
Mari disimak Sabda Sang Bhagavā dalam Sutta dibawah ini...

VASSASUTTA
“Para bhikkhu, bagaikan, ketika hujan lebat yang turun di puncak gunung, air mengalir sepanjang lereng dan mengisi celah, selokan, dan sungai-sungai kecil; air dari celah, selokan, dan sungai-sungai kecil ini mengisi kolam-kolam; kolam-kolam ini mengisi danau-danau; danau-danau ini mengisi sungai-sungai kecil; sungai-sungai kecil ini mengisi sungai-sungai besar; dan sungai-sungai besar ini mengisi samudra raya; demikian pula, pada seorang siswa mulia, hal-hal ini—KEYAKINAN KUAT PADA SANG BUDDHA, DHAMMA, DAN SAṄGHA, DAN MORALITAS YANG DISENANGI PARA MULIA—mengalir maju dan, setelah menyeberang, hal-hal itu menuntun menuju hancurnya noda-noda.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Mahāvaggasaṁyutta, Sotāpattisaṁyutta, Puññābhisandavagga, SN 55.38)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama termaktub dalam Sutta diatas.
Jadi melalui Sutta diatas ini, sekarang sudahlah jelas hal ini dapat dimengerti, bahwa keyakinan (Saddhā) pada Tiratana adalah keharusan bagi seorang Buddhis yang ingin mencapai pencapaian luhur Nibbāna. Penulis katakan ini untuk mengingatkan Kalyāṇamitta lagi yang mungkin selama ini sudah benar berada di jalur "Buddhis" seperti menjalankan Dāna, Sīla, Bhāvanā akan tetapi masih belum memiliki Saddhā yang kokoh terhadap Tiratana tetapi masih mempercayai atau beriman bahkan masih "menyembahyangi" entitas-entitas diluar dari Tiratana maka akan sulit untuk menggapai Nibbāna bahkan bisa menghalangi jalan untuk mencapai Nibbāna kedepannya karena Micchā Diṭṭhi ini adalah hal yang sangat berbahaya yang bisa mengikat makhluk untuk tetap berada di sepanjang pengembaraan di Saṃsāra, sekarang intinya adalah jika bisa cepat-cepat meninggalkan Saṃsāra yang penuh penderitaan ini, lalu buat apa lagi berlama-lama dengan menunda-nunda???! Totalitas adalah keharusan untuk menggapai Nibbāna.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

17 September 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka