තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
PENUH PENYADARAN SETIAP SAAT SELAMA INDERA INI MASIH AKTIF
Pengembangan bathin (meditasi) seyogyanya harus dilatih setiap saat di dalam segala aspek kehidupan manapun. Penuh penyadaran (hadir disini saat ini), eling dan waspada, Itulah sejatinya yang diajarkan oleh guru agung Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama.
Yang dimaksud sebagai "hadir di sini saat ini" adalah kita hanya berfokus pada apa sensasi yang kita rasakan dari ke 6 indera kita, yaitu Indera Penglihatan (Mata), Indera Pendengaran (Telinga), Indera Penciuman (Hidung), Indera Perasa (Lidah), Indera Sentuhan (Kulit), Indera Pikiran (Otak). Itulah kemudian yang dinamakan berwaspada (Hadirkan Sati) setiap saat.
Jika pikiran yang diarahkan untuk selalu berperhatian penuh, maka inilah sejatinya yang selalu diajarkan Oleh Sang Bhagavā dan sudah benar berada di jalan yang tepat sesuai Ajaran Buddha Sāsana.
Mari kita simak penjelasan di Sutta yang Valid sebagaimana dijelaskan sendiri oleh Sang Bhagavā.
BĀHIYASUTTA
“Dan karena bagimu, Bāhiya, di dalam yang dilihat hanya ada apa yang dilihat,
di dalam apa yang didengar hanya ada apa yang didengar,
di dalam apa yang dicerap hanya ada apa yang dicerap,
di dalam apa yang dikenali hanya ada apa yang dikenali.
oleh karena itu, Bāhiya, maka engkau tidak akan bersama itu;
dan karena, Bāhiya, engkau tidak akan bersama itu,
maka, Bāhiya, engkau tidak akan berada di dalam itu;
dan karena, Bāhiya, engkau tidak akan berada di dalam itu, maka, Bāhiya, engkau tidak akan berada di sini atau di alam berikutnya atau di antara keduanya—persis inilah akhir penderitaan.”
Maka melalui ajaran Dhamma yang singkat ini dari Sang Bhagavā batin Bāhiya si Jubah kulit-kayu seketika terbebaskan dari kekotoran, tanpa kemelekatan (mencapai tataran kesucian ārahaṃta)
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Khuddakanikāya, Udāna, Bodhivagga, Ud 1.10)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah penggalan singkat poin penting Sutta diatas yang dibabarkan oleh Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama.
Dengan ini, kita semakin yakin dan seharusnya mampu untuk meningkatkan Saddhā kita bahwa inilah yang diajarkan langsung (valid) oleh Sang Buddha, Guru Agung para dewa dan manusia.
Bāhiya dalam cerita Sutta diatas, tentunya adalah seseorang yang telah memiliki dan menanam pāramī selama berada di Saṃsāra dengan tujuan untuk pelepasan agung (mencapai Nibbāna). Dan hasilnya, pāramī tersebut matang sempurna saat dia mendengar Sang Bhagavā memberikan penjelasan sedikit Dhamma pada nya.
Inilah yang patut diperhatikan oleh kita Kalyāṇamitta, bahwa kita ini sebagai makhluk Puthujjana yang menginginkan untuk pencapaian Nibbāna haruslah mulai menanam pāramī ini sedikit demi sedikit dengan mempraktekkan Dhamma ajaran Sang Bhagavā. yaitu salah satu nya melatih Sati (perhatian penuh) ini. Dan dengan pāramī yang telah kita tanam ini, bila suatu saat telah matang di Saṃsāra di masa depan, maka bukanlah hal yang mustahil atau tidak mungkin bila pencapaian kita bisa begitu mudah sebagaimana Bāhiya yang mendapatkan pencerahan seketika itu juga. Maka mari kita terus berpraktek tanpa lengah dan dengan penuh keyakinan pada ajaran Buddha Sāsana.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
07 September 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
