තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
CARA MELURUHKAN NAFSU INI SEPERTI YANG DISABDAKAN OLEH SANG BHAGAVĀ YAITU MELALUI JALAN MULIA BERUNSUR 8
Ajaran Buddha Sāsana ini yang dibabarkan oleh Sang Bhagavā yang berpedoman pada Sutta awal di Tipiṭaka ini adalah selalu konsisten dari awal pengajaran sampai akhir pengajaran. Artinya mempunyai satu tujuan yaitu menuju pada pembebasan sejati (Nibbāna), yang memiliki cara-cara yang efektif sebagaimana telah dibabarkan oleh Sang Bhagavā di dalam kitab suci Tipiṭaka pāḷi. lalu, bila kita sendiri mengaku sebagai murid Sang Buddha, yang menjalankan dan mempraktikkan ajaran Dhamma Nya, dan bila ada yang menanyakan apa tujuan dari melaksanakan ajaran di Buddha Sāsana ini, maka kita harus menjawab dengan lantang dan tegas, yaitu demi meluruhnya nafsu kemelekatan apapun itu yang artinya adalah tercapainya pembebasan sejati (Nibbāna).
Sekarang mari disimak Sutta berikut ini...
RĀGAVIRĀGASUTTA
Di Sāvatthī. “Para bhikkhu, jika para pengembara sekte lain bertanya kepada kalian: ‘Demi tujuan apakah, sahabat-sahabat, maka kehidupan suci dijalankan di bawah Petapa Gotama?’—ditanya demikian, kalian harus menjawab: ‘Adalah, sahabat-sahabat, demi meluruhnya nafsu maka kehidupan suci dijalankan di bawah Sang Bhagavā.’
“Kemudian, para bhikkhu, jika para pengembara sekte lain bertanya kepada kalian: ‘Tetapi, sahabat-sahabat, adakah jalan, adakah cara untuk meluruhkan nafsu?’—ditanya demikian, kalian harus menjawab: ‘Ada jalan, sahabat-sahabat, ada cara untuk meluruhkan nafsu.’
“Dan apakah, para bhikkhu, jalan itu, apakah cara untuk meluruhkan nafsu? Yaitu Jalan Mulia Berunsur Delapan ini; yaitu, Pandangan benar, Pikiran Benar, Ucapan Benar, Perbuatan Benar, Penghidupan Benar, Usaha Benar, Perhatian Benar, konsentrasi benar. Ini adalah jalan, ini adalah cara untuk meluruhkan nafsu.
“Ditanya demikian, para bhikkhu, kalian harus menjawab para pengembara itu seperti itu.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Mahāvaggasaṁyutta, Maggasaṁyutta, Aññatitthiyapeyyālavagga, SN 45.41)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama dalam Sutta diatas. Yang dimana ini adalah pengajaran dari Sang Bhagavā kepada kita untuk mengetahui dengan jelas apa Tujuan kita mempraktekkan ajaran di Buddha Sāsana, dan disamping itu untuk menjelaskan pada penganut kepercayaan lain bila ditanyakan.
Dan sebagaimana kita ketahui dengan mempraktekkan dengan benar Jalan Mulia Berunsur 8 (JMB8) ini sudah cukup untuk meluruhkan nafsu-nafsu yang membelenggu kita di sepanjang Saṃsāra, tidak perlu muluk-muluk dengan menambahkan "pernak-pernik", S&K, dsb.
Kita yang berada di Buddha Sāsana ini harus mesti memiliki kepercayaan diri terhadap Ajaran yang kita tekuni dan praktikkan, karena dengan memiliki kepercayaan diri maka kita akan meningkatkan Saddhā kita sehingga tidak goyah, karena bila terus-menerus "memupuk" keragu-raguan hingga tingkat maksimum dan pada akhirnya yang terjadi adalah "pindah Server", maka itu adalah suatu kerugian maha besar dan tindakan Dungu.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
29 September 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
