Selama Seseorang Tidak Takut Melakukan Kejahatan Maka Ia Tidak Akan Mencapai Nibbana


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

SELAMA SESEORANG TIDAK PERNAH TAKUT UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN SALAH (KEJAHATAN) MAKA ORANG TERSEBUT TIDAK AKAN PERNAH MENCAPAI NIBBĀNA.
Jika kita berbicara mengenai hal "ketakutan", maka kita akan menemukan begitu banyak alasan-alasan dikemukakan dari manusia mengenai apa yang ditakuti seseorang tsb. Katakanlah, mungkin seseorang takut kehilangan Uang, harta, materi dsb, sehingga kikir, mempertahankan sekuat tenaga harta nya. Ada pula yang takut mengenai makhluk halus misalnya (ini umum terjadi), dan ketakutan-ketakutan (Phobia) lainnya yang sangat beragam. Namun, adakah terbersit di pikiran kita mengenai sifat takut melakukan perbuatan buruk pada orang atau makhluk lain?? Mungkin sangat jarang dan bahkan tidak ada yang memiliki niat pikiran tsb.!
Inilah kemudian yang ditekankan di Sutta dibawah ini, mengenai hal ketakutan untuk melakukan segala perbuatan buruk atau salah, mari disimak dalam Sutta berikut ini...

ANOTTAPPĪSUTTA
.... “Sahabat, dikatakan bahwa seseorang yang tidak tekun dan tidak takut melakukan perbuatan salah adalah tidak mampu mencapai pencerahan, tidak mampu mencapai Nibbāna, tidak mampu memperoleh pembebasan tertinggi dari belenggu; tetapi seseorang yang tekun dan takut melakukan perbuatan salah adalah mampu mencapai pencerahan, mampu mencapai Nibbāna, mampu memperoleh pembebasan tertinggi dari belenggu. Dalam cara bagaimanakah ini, sahabat?”

“Dan bagaimanakah, sahabat, ia tidak takut melakukan perbuatan salah? Di sini, sahabat, seorang bhikkhu tidak menjadi takut pada pikiran: ‘Jika kondisi buruk yang tidak bermanfaat yang belum muncul menjadi muncul dalam diriku, maka ini akan mengarah pada bahaya bagiku’ ; juga tidak dengan berpikir: ‘Jika kondisi buruk yang tidak bermanfaat yang telah ada dalam diriku tidak ditinggalkan, maka ini akan mengarah pada bahaya bagiku’ ; juga tidak dengan berpikir: ‘Jika kondisi bermanfaat yang belum muncul tidak muncul dalam diriku, maka ini akan mengarah pada bahaya bagiku’ ; juga tidak dengan berpikir: ‘Jika kondisi bermanfaat yang telah ada dalam diriku menjadi lenyap, maka ini akan mengarah pada bahaya bagiku.’ Demikianlah ia tidak takut melakukan perbuatan salah."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Saṁyuttanikāya, Nidānavaggasaṁyutta, Kassapasaṁyutta, Kassapavagga, SN 16.2)

Sādhu...Sādhu...
Demikianlah isi singkat (kutipan) Sutta tersebut diatas, yang dimana Sutta ini ada karena terjadinya percakapan antara Bhante Mahākassapa dan Bhante Sāriputta terkait topik diatas.
Dan begitulah penjelasan nya yang logis sesuai Buddha Sāsana yang bisa kita hayati dan renungkan ini.
Kalyāṇamitta sekalian, memang sangat jelas bahwa Ajaran Buddha ini bila dipraktikkan akan membawa pada kepadaman segala  Pengotor Bathin (Kilesa) yaitu Keserakahan, Kebencian, dan Kebodohan Bathin. Dan bila saja masih ada setitik atau secuil kecil noda Kilesa di dalam bathin ini saja maka itu sama dengan belum mencapai pada Nibbāna. dan bahkan lebih jauh lagi apalagi kita masih tidak memiliki sifat takut melakukan perbuatan buruk maka jangan lah kemudian mengharapkan Nibbāna karena itu hanya mimpi belaka! Nibbāna hanya akan menjadi angan-angan yang dirasa sangat sulit dicapai selama  seseorang masih belum membangkitkan rasa takut untuk melakukan perbuatan buruk. Inilah faktanya sesuai Sutta diatas yang bukan dikarang-karang atau dibuat-buat.
Maka kemudian Kalyāṇamitta yang bijaksana dan betul-betul mempraktikkan Buddha Dhamma, akan kemudian menghayati ini dan membangkitkan rasa sifat takut untuk melakukan perbuatan buruk dan setelah itu akan mengamalkan sifat-sifat bajik yang sesuai nilai-nilai luhur Dhamma yang akan membawa menuju pada kepadaman (Nibbāna).

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

15 Agustus 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka