තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
MELIHAT SESUATU YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN SEBAGAI TIDAK BOLEH DILAKUKAN ADALAH DHAMMA, DAN ADALAH CIRI SIFAT ORANG BIJAKSANA
Hal ini sangat penting disampaikan disini sebab memang urgensi ini lah yang akan membawa kita para PUTHUJJANA untuk tetap berjalan di jalan yang lurus dan benar-benar serta tidak berbelok ke samping ke hal-hal yang bukan Dhamma atau yang bertentangan dengan Dhamma itu sendiri. Karena sesuatu perbuatan yang tidak sesuai dengan jalan Dhamma sudahlah pasti sesat dan tidak pantas untuk dilakukan karena tidak menuju kepada tujuan luhur Nibbāna. dan adalah merupakan ciri sifat orang bijaksana jika dapat mengetahui mengenai sesuatu hal yang dalam norma sesuai Dhamma adalah tidak boleh dilakukan maka sesuatu hal itu tetaplah tidak boleh dilakukan. Dhamma ini merupakan pedoman, dan yang akan berfungsi sebagai "perahu" yang akan membawa PUTHUJJANA untuk pergi ke pantai seberang Nibbāna. mari disimak Sabda Sang Bhagavā dibawah berikut ini...
AN 2.101
“Para bhikkhu, ada dua jenis orang bijaksana ini. Siapakah dua ini? Seorang yang melihat apa yang tidak boleh sebagai tidak boleh dan seorang yang melihat apa yang boleh sebagai boleh. Ini adalah kedua jenis orang bijaksana itu.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Dukanipāta, Dutiyapaṇṇāsaka, Bālavagga, AN 2.101)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama ini yang cukup pendek dan mudah dimengerti serta mudah dipahami oleh kita semua para Kalyāṇamitta. hanya dengan kalimat diatas itu saja kemudian kita dapat mempraktikkan Dhamma ini. Tidak susah payah dalam memahami nya, intinya sesuatu yang kita tahu bahwa hal itu tidak boleh dilakukan adalah sesuatu perbuatan melalui 3 pintu (Pikiran, Ucapan, Perbuatan), yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang/makhluk lain. Tentu hal itu adalah seperti contoh melakukan pelanggaran Sīla apapun dalam Pañcasīla, Orang Bijaksana pasti tahu bahwa memang Pañcasīla adalah Standard Moralitas yang kita berlatih untuk tidak boleh dilanggar bagaimanapun ceritanya. Dan jika sesuatu hal adalah boleh dilakukan dan bahkan selaras dengan nilai-nilai Dhamma seperti berdana/bersedekah maka kita mengetahui hal ini dan boleh dilakukan dan bukan tidak boleh dilakukan. Dhamma ini simple untuk dipraktekkan, hanya Kilesa makhluk saja yang mengaburkan segala sesuatunya.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
9 Desember 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
