Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
DENGAN PIKIRAN YANG SEPENUHNYA TERBEBASKAN DARI NAFSU KEINGINAN (TAṆHĀ), MAKA TIDAK AKAN ADA LAGI YANG NAMANYA KELAHIRAN DAN KEMATIAN
Rata-rata manusia ketika sudah lahir di dunia ini, memikul tanggung jawab atas kehidupannya sendiri, dan akan berusaha sekuat tenaga membuat kehidupan nya lebih baik dari waktu ke waktu, meningkatkan taraf hidup nya untuk semakin baik dalam segala aspek. Namun, realita nya banyak manusia terjebak dalam "permainan" arus duniawi ini yang kemudian membuat mereka semakin "tergila-gila" melekati segala hal duniawi yang fana. adalah Harta, Tahta, dan Wanita, ke 3 hal ini yang dari dulu (tercatat dalam sejarah) adalah selalu menjadi pemicu kejatuhan seseorang. Inilah faktanya, manusia mudah melekati hal-hal duniawi fana yang menjadi sumber penderitaan. Apa yang diucapkan dalam Video diatas ini sungguh menggugah hati kita yang sudah semakin terjerembab ke dalam arus duniawi, seakan menyadarkan kita untuk sesaat. Selaras juga dengan yang diSabdakan oleh Sang Bhagavā dalam kutipan Dhammapada berikut ini...
(DHAMMAPADA) TAṆHĀVAGGA
Orang bijaksana menyatakan bahwa belenggu yang terbuat dari besi, kayu, ataupun rami tidaklah begitu kuat.
Tetapi ikatan terhadap anak-anak, istri, dan harta benda,
sesungguhnya merupakan belenggu yang jauh lebih kuat.
Orang bijaksana menyatakan bahwa belenggu seperti itu amat kuat,
dapat melemparkan orang ke bawah,
halus dan sukar untuk dilepaskan.
walaupun demikian,
para bijaksana akan dapat memutuskan belenggu itu,
mereka meninggalkan kehidupan duniawi, tanpa ikatan,
serta melepaskan kesenangan-kesenangan indria.
Mereka yang bergembira dengan nafsu indria,
akan jatuh ke dalam arus (Saṃsāra),
seperti laba-laba yang jatuh
ke dalam jaring yang dibuatnya sendiri.
Tapi para bijaksana dapat memutuskan belenggu itu,
mereka meninggalkan kehidupan duniawi, tanpa ikatan,
serta melepaskan kesenangan-kesenangan indria.
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Khuddakanikāya, Dhammapada, Dhp 345–347)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama dalam Stanza Dhammapada diatas.
Kita yang sudah mendalami ajaran Buddha Sāsana seharusnya tentu sudah paham bahwa segala hal duniawi ini tidaklah patut untuk dilekati, Melainkan harus dilepaskan. Sangat mudah diucapkan, akan tetapi memang begitulah realitanya sangatlah sulit bahkan mustahil bagi beberapa orang untuk melaksanakannya. Kita sudah mengetahui bahwa akar sebab Penderitaan (Kelahiran-Kematian) di Saṃsāra yang tiada akhir ini akan terus berlanjut jika Nafsu Keinginan (Taṇhā) belum dilenyapkan, dan Nafsu Keinginan itu salah satunya adalah Kāma-taṇhā yaitu Keinginan terhadap kesenangan indria, seperti contoh keinginan akan makanan, musik, atau sentuhan yang menyenangkan, suatu bentuk pemuasan inderawi, Banyak manusia yang sulit untuk melepaskannya. Kehidupan kita selama di sepanjang perjalanan Saṃsāra yang sudah tak terhitung lagi ini selalu diliputi Kāma-taṇhā ini, maka setelah kita mendapatkan pengetahuan sejati bahwa hal ini adalah tidak baik dan membawa penderitaan, maka cukuplah sudah, bangkitkan rasa bosan dan jenuh pada "racun dunia" ini, segera lah mempraktikkan Dhamma yang luhur demi menggapai Pembebasan Sejati (Nibbāna).
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
08 November 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka