තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
KESOMBONGAN ATAU KEANGKUHAN ADALAH SALAH SATU PENYAKIT BATHIN YANG SULIT UNTUK DIHILANGKAN
Di dalam ajaran Buddha Sāsana ini, dikenal yang namanya doktrin anattā, yaitu adalah doktrin mengenai tiada inti diri (hakikat diri sejati) atau bisa juga yang orang awam sebut sebagai Roh. Rata-rata kepercayaan yang ada di dunia sangat mengutamakan doktrin ini, sehingga bisa muncul cerita-cerita fantastis soal doktrin tersebut, namun begitulah Realitanya, banyak umat manusia tidak mengerti hal ini, sehingga menganggap ada diri yang sejati dalam tubuh ini sehingga bisa menyombongkan hal apapun itu yang mereka mau sombongkan, itu semua karena masih adanya kepercayaan mengenai adanya diri dalam tubuh kita ini. Sang Bhagavā sangat memuji orang yang tiada kesombongan dalam diri, Mari simak dalam Sutta berikut ini...
HUṀHUṄKASUTTA
.... "Sambil berdiri di satu sisi brahmana itu berkata kepada Sang Bhagavā: “Sejauh apakah, Gotama yang baik, seseorang adalah brahmana dan hal-hal apakah yang membuat seseorang menjadi brahmana?”
Kemudian Sang Bhagavā, memahami pentingnya hal ini, pada kesempatan itu mengucapkan ucapan agung ini:
“Brāhmaṇa itu yang telah meninggalkan kondisi-kondisi buruk,
Tidak menggerutu, bebas dari noda, terkendali,
Memiliki pemahaman sempurna, (dan) telah menjalani kehidupan suci;
Dengan benar ia boleh mengucapkan kata tentang Brahma.
BAGINYA TIDAK ADA KEANGKUHAN DI MANAPUN DI DUNIA.”
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Khuddakanikāya, Udāna, Bodhivagga, Ud 1.4)
Sādhu...Sādhu...
Demikian telah disabdakan oleh Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama dengan baik. Bahwa Beliau sangat memuji seseorang yang tidak menyombongkan diri atau angkuh. Singkat cerita penjelasan mengenai Sutta diatas Di dalam Tradisi India kuno pada masa Sang Buddha masih hidup, orang-orang sangat menghormati dan menjunjung seseorang yang disebut sebagai Brāhmaṇa, karena itu adalah kasta yang tertinggi di dalam tradisi kepercayaan Brahmanisme. Namun Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama menyatakan Sabda Agung di Sutta diatas bahwa seseorang yang tiada keangkuhan itu juga pantas disebut sebagai seorang Brāhmaṇa, hal ini berarti Sang Buddha sangat memuji seseorang yang tidak sombong. Maka oleh karena itu, mulai lah kita para Kalyāṇamitta untuk mulai belajar tidak menyombongkan diri bahkan meskipun dalam hal kecil apapun itu, meskipun kita belum mampu memahami konsep Anattā dengan benar, namun memang Kesombongan ini adalah penyakit yang akan menghancurkan diri kita sendiri pada akhirnya. Apalagi teruntuk kita para Murid Sang Buddha, maka pantaslah kita dipuji oleh Beliau jika kita mampu mengikuti Nasehat Beliau.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
21 Oktober 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka
