Hukum Kamma Adalah Ajaran Yang Utama Dan Mutlak Di Dalam Buddha Sasana


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta

HUKUM KAMMA ADALAH AJARAN YANG UTAMA DAN MUTLAK DI BUDDHA SĀSANA
Terkadang, kita Umat Buddha yang Pariyatti (pembelajaran) nya masih kurang, cenderung "terkontaminasi" oleh istilah-istilah "Server" Lain alias kepercayaan lain. Yaitu Dalam hal ini khusus dibahas mengenai Konteks Kamma di dalam Buddhism yang cenderung disamakan dengan konsep "Tabur-Tuai" dari server lain.
Tetapi apakah memang sama???!
mari dipertegas apa kata Tipitaka, kitab suci agama Buddha...

Samuddakasutta
“‘Apa pun benih yang ditanam,
Itulah buah yang akan dipetik:
Pelaku kebaikan memetik kebaikan;
Pelaku kejahatan memetik kejahatan.
Olehmu, teman, benih telah ditanam;
Dengan demikian engkau akan mengalami buahnya.’
(dikutip dari : Saṁyutta Nikāya, Sagāthāvaggasaṁyutta, Sakkasaṁyutta, Paṭhamavagga, SN 11.10)

Sādhu...Sādhu...
Jika kita bicara Hukum Kamma maka kaitannya sangat pasti dengan Punabbhava (Kelahiran kembali). Lalu jikalau Kamma (baik atau buruk) yang seseorang ciptakan sekarang tidak berbuah di kehidupan ini maka pasti akan berbuah di kehidupan-kehidupan mendatang, ini konsep Hukum Kamma Buddhisme.
Sekarang coba lihat konsep Tabur-Tuai server lain ini.. dengan contoh : Jikalau ada seorang pemimpin suatu negara merugikan negara dengan korupsi yang banyak, dan dia karena punya "power" sehingga aman-aman saja (bebas hukuman) sampai mati, lalu (parahnya/anehnya) si pemimpin ini meng"imani" karakter di Server yang diyakini dan jika hanya dengan "percaya" dan sering "sembahyang/berdoa" saja maka akan masuk Surga Abadi.. maka pergilah pemimpin Korup ini ke (yang dikatakan) Surga Abadi. maka adilkah ini ??? kebanyakan dari Server-server yang ada mempercayai adanya Surga Abadi maupun Neraka Abadi, masalahnya hanya dengan meng"imani" karakter Server dan rajin sembahyang maka dengan mudah segala kejahatan dihapus, yang ternyata KENYATAANNYA tidaklah begitu, ferguso!! lalu, katakanlah jikalau pemimpin korup tadi tsb mendapat "Tuaian" dari apa yang "ditabur" nya dalam kehidupan sekarang juga, misalnya entah sakit-sakitan, kehilangan harta, dlsb. Mungkin kita yang umum bakal menilai itu pasti akibat dia Korupsi.. Namun jikalau itu (yang dituai) alias skenario diatas tidak terjadi.. dan pemimpin korup ini sampai mati menikmati kekayaan dengan bahagia dari hasil korupsi. Nah kita bertanya mana balasannya alias yang dituai ???
Lalu contoh lain : katakanlah selain korupsi nya yang besar, si pemimpin ini juga ada sebagian menyisihkan pendapatannya ke Panti Jompo dan Panti Asuhan,.. yang artinya tidak murni segala hal yang si pemimpin lakukan selama hidup adalah kejahatan namun ada sisi baik seperti tadi.. namun sialnya karena tidak meng"imani" karakter Server sehingga harus jatuh ke Neraka Abadi... lalu dimana hasil/"Tuai" dari uang Jutaan, Milyaran yang di"tabur" ke Panti Jompo dan Panti Asuhan ??? Dibalas di Neraka Abadi kah ????!
Dalam konsep Buddhis, Hukum Kamma sangatlah adil seadil-adilnya.. tidak pandang bulu, status, kelamin, umur, dlsb; makhluk hidup apapun yang berada di Samsāra yang melakukan Kamma melalui Pikiran, Ucapan, Perbuatan, baik itu Kebajikan ataupun Keburukan maka tetap akan mendapatan hasil yang setimpal/setara di kehidupan ini maupun di kehidupan mendatang tiada habisnya.....
Jadi sekarang, pikiran kita telah terbuka, mampu melihat mana yang paling ADIL dan jangan sesekali men"Cocoklogikan" hal yang sama sekali berbeda.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

18 Oktober 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka