Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta
SEBISA MUNGKIN HINDARILAH MELAKUKAN PEMBUNUHAN MAKHLUK HIDUP APAPUN, KARENA ITU BERTENTANGAN DENGAN AJARAN SANG BHAGAVĀ YANG MENGAJARKAN CINTA KASIH UNIVERSAL
Seperti yang dapat kita lihat di dalam Buddha Sāsana ini, sebuah doktrin Ajaran yang sangat dikenal dan bahkan sudah sangat terkenal di kalangan Server lain, bahwa ajaran Buddha ini adalah Ajaran yang sangat memprioritaskan Cinta Kasih dan Welas Asih tanpa batas.
Terhadap Makhluk hidup apapun tanpa terkecuali, yang netral atau bermusuhan, besar, kecil, yang lemah ataupun kuat, semua Makhluk hidup ini layak dan mempunyai Hak Penuh untuk memiliki kehidupan yang aman, nyaman, damai, di manapun mereka berada, itulah Ajaran yang ditekankan oleh Sang Bhagavā yang patut kita laksanakan.
Dan Jangan karena marah dan benci sehingga kita tega melukai, menyiksa, membunuh makhluk hidup apapun dengan tidak berprikemanusiaan, (seperti contoh VIDEO diatas). Memang terkesan hal receh bagi umat awam, tapi bagi yang sudah mengerti Ajaran Buddha, tindakan dalam Video ini Sangat mencirikan orang dengan Kilesa akut yang memiliki ciri Psikopat, dan pastinya Kamma Buruk melakukan hal yang tidak manusiawi ini.
Setiap Umat Buddha DIWAJIBKAN untuk semestinya melaksanakan standard moralitas (Sīla) ke 1 yang berbunyi "melatih diri tidak membunuh makhluk hidup".
Sekarang mari kita pertegas dengan Sabda Sang Bhagavā berikut ini...
POTALIYASUTTA
.... "Dengan dukungan perbuatan tidak membunuh makhluk-makhluk hidup, maka pembunuhan makhluk-makhluk hidup ditinggalkan.' Demikianlah dikatakan.
Dan sehubungan dengan apakah hal ini dikatakan? Di sini seorang siswa mulia merenungkan demikian: 'Aku sedang mempraktikkan jalan untuk meninggalkan dan memotong belenggu-belenggu yang karenanya aku dapat membunuh makhluk hidup. Jika aku membunuh makhluk hidup, aku akan menyalahkan diriku sendiri karena melakukannya; para bijaksana, setelah menyelidiki, akan mencelaku karena melakukannya;
dan setelah hancurnya tubuh, setelah kematian, karena membunuh makhluk hidup, tempat tujuan (alam) yang tidak bahagia akan menanti. Tetapi pembunuhan makhluk hidup ini sendiri merupakan belenggu dan rintangan. Dan sementara noda, kekesalan, dan demam mungkin muncul melalui pembunuhan makhluk hidup, sebaliknya tidak ada noda-noda, kekesalan, dan demam bagi seseorang yang menghindari perbuatan membunuh makhluk-makhluk hidup.' Maka sehubungan dengan hal inilah dikatakan: 'Dengan dukungan tidak membunuh makhluk hidup, pembunuhan makhluk hidup harus ditinggalkan.'
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Majjhimanikāya, Majjhimapaṇṇāsa, Gahapativagga, MN 54)
Sādhu...Sādhu...
Demikianlah Sabda Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama yang menjelaskan Prihal ini dengan detail, dan
Sebagai Umat Buddha kita tentu meyakini Ucapan Langsung dari Beliau.
Sīla pertama dalam pañcasīla Buddhis, adalah Sīla yang sangat penting untuk ditaati, hal ini dilakukan semata untuk menjaga kita agar jangan menanam bibit-bibit Kamma Buruk baru dan juga untuk menghindari MASAKNYA BUAH KAMMA BURUK LAMPAU akibat dari melakukan pembunuhan Makhluk hidup apapun saat ini.
Kalyāṇamitta, kemudian ada syarat-syarat yang patut diketahui oleh kita bahwa suatu pembunuhan makhluk hidup dapat dikategorikan sebagai pelanggaran Sīla ke 1, bila :
1. Adanya keberadaan suatu Makhluk Hidup
2. Mengetahui bahwa makhluk hidup tersebut HIDUP.
3. Adanya niat (dalam pikiran) untuk membunuh makhluk hidup tsb.
4. Melakukan usaha untuk melakukan pembunuhan makhluk hidup tsb.
5. Terbunuhnya makhluk hidup tsb sebagai hasil usaha yang telah dilakukan.
Dan dengan mengetahui ini, maka kita haruslah lebih berhati-hati lagi dalam Pikiran, Ucapan, dan Tindakan kita.
Jalankanlah ajaran Sang Bhagavā dengan baik dan benar, milikilah pengertian ini : bahwa Makhluk Hidup lain tak ada bedanya dengan kita, mereka ingin hidup dan mereka juga bisa merasakan sakit, dan takut mengalami kematian. Tumbuhkanlah perasaan Cinta Kasih dan Welas Asih, dan rasakan kedamaian bathin dari mempraktekkan hal tsb.
Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...
23 Juli 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka