Sang Bhagava Sangat Memuji Orang Yang Bersyukur Dan Tahu Berterimakasih


Theruwansaranai!
තෙරුවන් සරණයි!
Sukhi Hotu Kalyāṇamitta 

SANG BHAGAVĀ SANGAT MEMUJI ORANG YANG BERSYUKUR DAN TAHU BERTERIMAKASIH, SEBALIKNYA MENCELA ORANG YANG TIDAK BERSYUKUR DAN TIDAK TAHU BERTERIMAKASIH
Ajaran di Buddha Sāsana ini selalu konsisten di dalam ajaran nya dari awal sampai akhir, bahwa semua ajaran nya menyangkut pada hal-hal baik dan logis yang dapat diterima dan dipuji oleh kalangan masyarakat manapun. Sungguh sebuah Ajaran yang Tanpa Cela.
Di dalam kehidupan masyarakat modern saat ini, seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan & Teknologi yang semakin pesat, Moralitas manusia malah dirasa semakin menurun, hal ini karena manusia mudah terlena pada pengejaran kesenangan-kesenangan indrawi yang tak pernah puas. Dan manusia-manusia ini rata-rata sangat susah untuk merasakan perasaan Bersyukur walau dalam satu momen pun dalam kehidupannya, karena merasa selalu mengalami ketidakberkecukupan, tidak berterimakasih atas segala berkah yang telah didapatkan, tidak pernah "melihat/membandingkan dengan yang dibawah tetapi selalu melihat/membandingkan dengan yang diatas", sehingga begitulah realita nya manusia-manusia saat ini penuh dengan orang yang tidak pernah bersyukur dan tidak tahu berterimakasih.
Sang Bhagavā secara khusus menyatakan di dalam sebuah Sutta terkait pada orang-orang semacam ini, mari disimak dalam Sutta berikut ini :

SAMACITTAVAGGA
"Para bhikkhu, Aku akan mengajarkan kalian tingkatan orang yang tidak benar dan tingkatan orang yang benar. Dengarkan dan perhatikan baik-baik. Aku akan berbicara.
“Baiklah, Bhante,” jawab para Bhikkhu itu.
Sang Bhagavā berkata, "Sekarang, di manakah tingkatan orang yang tidak benar ? Orang yang tidak benar adalah orang yang tidak Bersyukur dan tidak tahu berterima kasih. Ketidaktahuan ini, kurangnya rasa terima kasih ini, dianjurkan oleh orang-orang yang Buruk. Ini sepenuhnya setara dengan orang yang tidak benar. Orang yang benar adalah orang yang bersyukur dan tahu berterima kasih. Rasa Syukur ini, rasa Terima kasih ini, dianjurkan oleh orang-orang yang beradab. Ini sepenuhnya setara dengan orang-orang yang benar."
(dikutip dari : Tipiṭaka, Suttapiṭaka, Aṅguttaranikāya, Dukanipāta, Paṭhamapaṇṇāsaka, Samacittavagga, AN 2.32)

Sādhu...Sādhu...
Sabda Sang Bhagavā ini sungguh relate dan dianjurkan sebagai nasehat kepada kita semua yang mungkin sudah mulai luntur rasa Syukur dan rasa berterimakasih ini.
Sesungguhnya ajaran rasa Syukur ini terdapat di segala macam aliran kepercayaan di luar sana, namun hanya di Buddha Sāsana ini lah yang dapat ditemukan ayat seperti di atas yang berbicara tegas dimana orang yang tidak tahu bersyukur dan tidak tahu berterimakasih dikatakan sebagai orang yang Buruk atau Jahat, Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip awal doktrin di Buddha Sāsana yang menekankan pada pentingnya prilaku bermoral bagi siapapun yang menekuni ajaran Guru Agung kita ; Sang Bhagavā ; Sammāsaṃbuddha Gotama.
Selayaknya kita harus merasa selalu berkecukupan dalam berpenghidupan ini, bangkitkan rasa syukur dari dalam bathin ini dan pentingnya tahu berterimakasih pada hal-hal yang sepele seperti ketika bisa menghirup nafas ini dengan baik dan lancar.. karena di luar sana ada orang yang bahkan untuk bernafas pun perlu selang dan tabung oksigen! Banyak hal yang bila kita mau kita bisa bangkitkan rasa syukur dan terimakasih ini. Dan bila kita melakukan demikian, maka kita tergolong Orang yang dipuji oleh Sang Buddha sebagai orang yang beradab.

Semoga Cita-Cita luhur anda tercapai
Semoga semua Makhluk Hidup berbahagia..
Nibbāna paccayaṃ hotu
Ciraṁ tiṭṭhatu saddhammo
Buddhasāsanaṁ ciraṁ Tiṭṭhatu
Sādhu...Sādhu...

28 Juli 2025
Mettācittena,
Viriyaputta, upāsaka